Selamat Datang di blog DPRa PKS Bendan Duwur, Gajahmungkur, Semarang

Buku Tamu

Minggu, 29 Juli 2012

Pemuda... Pulang Kampung, mBangun Kampung

Pemuda Tumbal

Pengalaman dunia bercerita, bahwa perubahan signifikan di masyarakat itu selalu saja butuh “tumbal”. “Tumbal” itu adalah pemuda-pemuda yang bersedia berkorban, bersabar pada cemoohan, bertahan dalam goncangan, bekerja lebih keras, tidur lebih larut, istirahat lebih akhir, dan seterusnya. Dan saat dunia nantinya berhasil berubah, mereka, para pemuda “tumbal” itu mungkin tak akan diingat orang sebagai siapa-siapa…
Tapi sungguh, Allah nggak pernah lupa dan nggak akan pernah lupa…

Hari ini saya teringat pada sosok Goris Mustakim, senior saya yang sama-sama pernah mengecap pembinaan di PPSDMS Nurul Fikri. Beliau bagi saya adalah inspirasi yang punya nilai lebih. Entahlah, barangkali karena jalan pikirannya begitu mirip dengan jalan pikiran saya. Saya cukup kaget ketika dalam sebuah talkshow (Kick Andy kalau saya tidak salah) beliau berkata bahwa jangan sampai Indonesia kelak hanya dilihat dari Jakarta. Indonesia adalah Sabang hingga Merauke dan oleh karenanya pusat peradaban bangsa ini pun selayaknya membentang seluas itu. Dan olehkarenanya pula para pemuda sudah saatnya untuk kembali berpikir cara untuk memajukan daerahnya.

Pemikiran back to kampung itu yang bagi saya sangat berkesan. Kembali ke kampung untuk membangun Indonesia dari kampung. Karena sesungguhnya yang sanggup dan punya motivasi kuat untuk memajukan daerah adalah putra daerah itu sendiri. Tiap tahun para lulusan kampus-kampus terbaik di negeri ini hadir sebagai tenaga dan ruh baru. Namun sayangnya banyak dari mereka yang paradigmanya serupa: pergi ke kota besar lalu bekerja di perusahaan besar untuk memperoleh gaji besar. Selesai. Jika paradigma manusia terdidiknya seperti itu, maka tak bisa kita salahkan rakyat kecil pun ikut bertandang ke kota besar. Mencari penghidupan yang lebih baik. Itu alasan klasiknya. Efeknya jelas, ratusan ribu penduduk menambahi sesaknya ibukota setiap tahun. Ya, setiap tahun.

Saya tentunya tidak punya wewenang apa pun untuk menghakimi paradigma dan keputusan seperti itu dalam konteks benar atau salah. Semuanya saya kita manusiawi saja. Siapa yang tak ingin hidup sejahtera berkecukupan? Ditambah lagi ada prestise dan gengsi tinggi yang melekat? Ya, manusiawi sekali bahkan. Hanya saja, saya kira bertahan dalam ‘kemanusiawian’ itu barangkali hanya akan membuat bangsa ini begini-begini saja. Kota besar akan semakin besar dengan kompleksitas dan keruwetannya sedangkan daerah akan selalu tertinggal di belakang.

Itulah sebabnya untuk pindah dari kondisi statis demikian kita butuh sosok pemuda yang extraordinary, pemuda yang tidak biasa. Kita butuh pemuda dengan paradigma berbeda yang bersedia melakukan perubahan. Ya, perubahan seperti yang Goris Mustakim lakukan dengan Yayasan Asgar Mudanya. Seperti yang Abdullah Gymnastiar pernah lakukan dengan Daarut Tauhid dan MQ-nya. Atau seperti sosok-sosok yang tak terceritakan lainnya yang membangun daerah dari sana secara riil dan langsung.

Saat ada seorang lulusan perguruan tinggi yang pulang kampung dan memilih untuk berusaha di sana, sangat mungkin ia akan beroleh kritikan. Umumnya kritikan itu berkisar pertanyaan mengapa ia tak bekerja di kota yang bisa membuatnya lebih kaya, atau setidaknya kritikan yang mirip seperti itu. Pun kembalinya seorang ke kampungnya tidak lantas menemui karpet merah dan disambut bak raja. Tapi sebaliknya ia akan bertemu hambatan demi hambatan yang harus dilaluinya dengan tidak mudah. Tapi itulah pengorbanan. Mereka yang rela berkorban itulah yang kelak akan melahirkan perubahan untuk daerahnya.
Wallahua’lam

Oleh: Asto Hadiyoso, Asahan-Sumut
dari: fimadani.com
Read more »

I love Jesus because He is Moslem

Meski Kristen, Prof Shedinger Mengatakan Bahwa Yesus Seorang Muslim

Prof Robert Shedinger
Meski sudah tiga tahun terbit, buku Was Jesus a Muslim? karya Prof Robert Shedinger, Associate Professor of Religion di Luther College di Iowa Amerika, mengundang polemik berkelanjutan di Amerika Serikat. Sampai para penentangnya meminta agar Shedinger meminta maaf atas kebodohan kuadratnya

Seperti ditulis di pengantar buku, Shedinger sengaja menulis masalah ini setelah penelitian yang sudah ia lakukan selama satu dekade. Penelitian itu ia lakukan karena sanggahan yang pernah dia terima dari salah satu mahasiswinya, Huda yang berkewarganegaraan Maroko atas caranya mengajarkan Islam. Penelitian itu akhirnya berbuah hasil bahwa Yesus adalah seorang Muslim. Hasil penelitian yang dilakukan ini tentu membuat shock jutaan penganut Kristen di Amerika dan mereka menyesalkannya.

Meski ditentang dan dikritik habis-habisan, Shedinger tak pernah ragu dengan hasil penelitiannya. Berkali-kali dia mengumumkan secara resmi, “Meski saya Kristen, saya terpaksa mengatakan bahwa Yesus adalah seorang Muslim.”

Ia menegaskan, pernyataannya bahwa Yesus adalah seorang Muslim tidak mengganggunya. “Dan tidak membuat saya kikuk,” tegasnya. “Hakikat kebenaran yang saya temukan ini seharusnya mampu menciptakan saling kesepahaman dan kerjasama antara umat Islam dam Kristen serta usaha menciptakan perdamaian di dunia,” ujar Shedinger.

Studi Shedinger ini berangkat dari pertanyaan yang membuat penasaran; apakah kaum Muslimin memahami Yesus melalui lebih banyak kepada pendekatan sejarah ketimbang kaum Kristen? Pertanyaan ini kemudian menantang Shedinger melakukan serangkaian studi agama secara khusus, terutama dalam hal perbandingan agama.

Ia juga mengkaji berbagai kontekstual yang mengharuskannya melakukan pemisahan antara politik dan ideologi dimana salah satu hasilnya harus meminggirkan agama dari pertanyaan-pertanyaan budaya dan sosial yang mendalam, sehingga studinya akan memiliki kesimpulan yang lebih akurat dan lebih dihargai. Yakni hasil yang mendorong kemungkinan-kemungkinan saling memahami dan kerjasama antara kaum Muslimin dengan Kristen.

Dalam studinya, Shedinger tidak memperlakukan Islam sebagai agama namun sebagai gerakan sosial yang bercita-cita menciptakan keadilan yang juga ingin diwujudkan oleh Yesus di masyarakatnya. Maka dengan demikian, Yesus adalah seorang Muslim, simpul Shedinger.

Dalam keterangan persnya ia menegaskan, “Bisa jadi Anda harus berpikir ulang tentang Islam dan akan berakhir dengan kesimpulan bahwa Islam adalah gerakan keadilan sosial, dan inilah misi Yesus. Karena itu saya melihat Yesus adalah lebih sebagai seorang Muslim dibanding sebagai seorang Kristen dalam arti sebagai tokoh spiritual yang menebus kesalahan manusia.”

Pendeta Gereja Injil Baptis Matt Walters menolak gagasan ini. “Umat Islam tidak mengakui ketuhanan Yesus, lantas bagaimana mungkin Yesus mengikuti sebuah aturan ideologi yang disebutnya dusta?” kata Walters.

Para penentang buku ini menyebut Shedinger memiliki agenda sosial yang ingin menggambarkan Yesus lebih sebagai pemimpin gerakan sosial dibanding pemimpin spiritual. Mereka mengklaim bahwa pemikiran penulis ini sewenang-wenang dan sintesis yang berusaha membuat ide yang tidak akan diterima oleh umat Islam dan Kristen yang sesungguhnya.

Sebagian lainnya mengkritisi Shedinger karena mengandalkan studinya kepada gagasan-gagasan akademis yang dangkal. Mereka mengkritisi usahanya melakukan redefinisi agama, ideologi, budaya dan lain-lain. Padahal konsep-konsep itu sudah baku di kalangan manusia sejak ratusan hingga ribuan tahun.

Luther College sendiri mendukung Prof Shedinger saat mendapatkan kritikan. Seorang jubir Luther College menegaskan, pihak manajemen mendukung penuh gagasan Shedinger.

Rep/Red: Farid Zakaria
Sumber: spiritislam.net / salam-online.com
dari: fimadani.com
Read more »

Doa Buka Puasa

Seputar Hadits Doa Buka Puasa yang Shahih

Seputar Hadits Doa Buka Puasa yang Shahih
Doa puasa yang sering kita dengar bahkan mungkin juga sering kita baca, adalah:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Ya Allah, untuk Mu aku puasa, kepada Mu aku beriman, dan dengan rezeki Mu aku berbuka. Hilanglah rasa dahaga, tenggorokan pun basah, dan sudah pasti berpahala jika Allah menghendaki.”

Catatan
Doa buka puasa yang masyhur ini adalah gabungan dari dua hadits, yaitu:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

dan,

 ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Adapun kalimat “ وَبِكَ آمَنْتُ ” adalah tambahan yang sama sekali tidak ada dasarnya, meski maknanya bagus.
Hadits Pertama
Apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam buka puasa, beliau berdoa,

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

“Ya Allah, untuk Mu aku puasa, dan dengan rezeki Mu aku berbuka.”

Takhrij
Hadits ini diriwayatkan Imam Ath Thabarani dalam Al Ausath (7762) dan Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahan (1756)  dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu.
Ibnu Abi Syaibah (109/1) dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu.
Abu Dawud (2011), Al Baihaqi dalam Asy Syu’ab (3747), Al Baghawi (1761), Adh Dhabbi dalam Ad Du’a` (67), dan Ibnul Mubarak dalam Az Zuhd (1390); dari Mu’adz bin Zuhrah At Tabi’i.
Ibnu Sa’ad dalam Ath Thabaqat Al Kubra pada biografi Abul Ahwash dari Ar Rabi’ bin Khutsaim At Tabi’i.

Derajat Hadits: Dha’if
Al Haitsami berkata,”Diriwayatkan Ath Thabarani dalam Al Ausath. Di dalam sanadnya ada Dawud bin Az Zibriqan. Dia adalah dha’if.”[1]
Imam An Nawawi berkata, “Demikian diriwayatkan secara mursal.”[2]
Al Burhanfuri dalam Kanzu Al ‘Ummal (18056), “Hadits mursal.”
Ar Rafi’i berkata tentang hadits Abu Dawud, “Dia adalah hadits mursal.” Dan tentang hadits Ath Thabarani, “Sanadnya lemah. Di dalamnya terdapat Dawud bin Az Zibriqan, dia itu matruk (ditinggalkan).”[3]
Al Albani mendha’ifkan hadits ini dalam Dha’if Sunan Abi Dawud (2358) dan Dha’if Al Jami’ Ash Shaghir (9831).

Catatan
Ibnul Mulaqqin berkata, “Hadits ini diriwayatkan Abu Dawud dengan sanad hasan (bagus) tetapi mursal. Mu’adz bin Zuhrah adalah seorang tabi’in.”[4]
Al Albani menghasankan hadits ini dalam Misykat Al Mashabih (1994).
Syaikh Abdul Qadir Al Arna`uth berkata, “Mursal, namun ia mempunyai syawahid (beberapa penguat) yang menguatkannya.”[5]
*   *   *
Hadits Kedua
Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma mengatakan, jika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam buka puasa, beliau membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Hilanglah rasa dahaga, tenggorokan pun basah, dan sudah pasti berpahala jika Allah menghendaki.”

Takhrij
Hadits ini diriwayatkan Imam Abu Dawud dari Abdullah bin Muhammad dari Ali bin Al Husain dari Al Husain bin Waqid dari Marwan bin Salim Al Muqaffa’ dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.[6]
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam An Nasa`i dalam As Sunan Al Kubra (3329), Al Baihaqi dalam Syu’ab Al Iman (3748), Ad Daraquthni (2302), Al Hakim (1484), Ibnu As Sunni dalam ‘Amal Al Yaum wa Al Lailah (477), dan Ibnu Abi Ad Dunia (29); juga dari Ibnu Umar.

Derajat Hadits: Hasan
Al Hakim (1484) berkata, “Ini adalah hadits shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim.”
Al Albani menghasankan hadits ini dalam Mukhtashar Irwa` Al Ghalil (920), Misykat Al Mashabih (1993), Shahih Sunan Abi Dawud (2357), dan Shahih Al Jami’ Ash Shaghir (8807).
*   *   *
Kesimpulan
Doa buka puasa pada hadits pertama, meski ada yang mendha’ifkan, namun juga ada yang menghasankan. Artinya, derajat kedha’ifannya tidaklah “terlalu.”
Sebaiknya doa buka puasa yang dibaca cukup hadits yang kedua saja. Selain lebih ringkas, ialah yang paling shahih di antara hadits hadits doa buka puasa yang lain.
Jika hendak menggabungkan doa buka puasa, sebaiknya tidak menyertakan kalimat “ وَبِكَ آمَنْتُ ”, karena ia hanyalah tambahan dan tidak termasuk dalam hadits doa buka puasa ini. Wallahu a’lam bish shawab.
_______________________________
[1] Ma’jma’ Az Zawa`id (4892).
[2] Al Adzkar (545).
[3] At Talkhish Al Habir (912).
[4] Khulashatu Al Badr Al Munir (1126).
[5] Raudhatu Al Muhadditsin (4729).
[6] Sunan Abi Dawud, Kitab Ash Shaum, Bab Al Qaul ‘Inda Al Ifthar, hadits nomor 2010.
Rep/Red: Shabra Syatila
Sumber: Ustadz Abduh Zulfidar Akaha 
dari: fimadani.com
Read more »

Punk Muslim, Gaul...

Punk Muslim, Komunitas Anak Jalanan yang Berideologi Islam

Courtesy: Punk Muslim
Apa yang terbayang saat anda mendengar kata ‘anak punk’? Mungkin yang terlintas dalam pikiran adalah pengamen, rambut mohawk, narkoba, anarkisme, anti kemapanan dan segala dinamika kehidupan jalanan lainnya. Namun, terlepas dari stigma tersebut, di salah satu sudut Kota Jakarta, terdapat puluhan punkers yang memilih dakwah sebagai orientasi pergerakannya.

Punk Muslim, sebuah komunitas punk yang bermarkas di Jalan Swadaya, Pulogadung, Jakarta Timur. Embel-embel kata Muslim di nama komunitas ini bukan tanpa alasan. Ya, sejak berdirinya komunitas ini mereka berkomitmen akan membawa Islam sebagai jalur dalam segala kegiatannya.

Tak mau disebut sebagai anggota, mereka lebih memilih disebut ‘penghuni’ Punk Muslim. Kalau boleh membahas penampilan, mereka tak berbeda dengan punkers lain yang biasa ditemui. Mereka bercelana jeans kumal, gaya bicara yang tidak pernah serius, dan hampir semuanya memakai kaos berwarna hitam bergambar cadas. Baru kemudian ketika berkenalan dan berbincang lebih jauh, karakter mereka yang berbeda dari punkers pada umumnya akan tampak jelas.

"Punk Muslim itu seperti komunitas punk lainnya. Kita tetap membawa counter-culture yang sama, yaitu mendobrak kebiasaan lama, anti maintream. Mungkin bedanya di sini adalah kita mengangkat ideologi Islam. Sederhananya seperti itu,” jelas salah satu penghuni Punk Muslim, Lutfi (27) seperti yang dilansir oleh detikRamadan, Sabtu (28/7/2012).

Sementara punkers pada umumnya membawa ideologi anarkisme, mereka memilih untuk menjadikan Al Quran dan Hadits sebagai pedoman pergerakannya. Lutfi menegaskan komunitas ini ingin merubah stigma negatif yang menempel pada punk jalanan atau lebih banyak disebut street punk. Ketika banyak pihak yang menilai street punk hanyalah sampah, Punk Muslim memilih untuk merangkul mereka.

“Di sisi lain, teman-teman yang lain bilang street punk itu tidak ada, mereka cuma ikut-ikutan, cuma sampah, cuma menjelek-jelekkan punk. Punk muslim merangkul mereka, memberikan penjelasan, bahwa temen-temen punk tidak harus melakukan apa yang dilakukan oleh street punk. Misalkan tidur di jalanan, berdekil-dekil di jalanan. Tidak harus seperti itu. Kita merangkul mereka, bukan menyumpahi mereka,” tuturnya.

Walau dengan aliran musik punk, mereka membawakan pesan dakwah dalam lirik-liriknya. Mereka merasa ideologi anarkisme tak cocok bagi mereka yang muslim.
“Kalau karya sama, bedanya ya di pesan dan liriknya. Kita semua ini muslim, kalau kita muslim ya Islam lah pedoman kami. Kalau mengangkat anarkisme, tidak nyambung juga. Kan kebanyakan komunitas punk di Indonesia membawa ideologi anarkisme. Karena kita muslim ya kita angkat Islam, akan bertabrakan terus kalau sama anarkisme,” lanjutnya.

Komunitas ini awalnya berbentuk band punk yang bernama Band Punk Muslim yang terdiri dari 10 orang personil. Ketika sang vokalis, Budi Choironi atau yang lebih akrab dipanggil teman-temannya dengan nama Buce meninggal dunia, para personil band lainnya memilih untuk melanjutkan perjuangan dakwah mereka. Buce menjadi sosok inspiratif dalam pergerakan komunitas ini.

“Buce itu juga ketua persaudaraan anak jalanan se-Indonesia. Setelah almarhum meninggal, ya sudah sekalian kita bikin komunitas. Jadi tidak hanya main band tapi ada pergerakannya juga. Konsep yang ada sudah baik, kenapa gak diterusin. Jadi ada komunitas biar untuk mengajak temen-temen street punk yang ada di jalanan,” cerita pria yang ikut memprakarsai band dan komunitas Punk Muslim.

Komunitas Punk Muslim saat ini sudah memiliki 50 orang penghuni. Sekitar 20 orang penghuni pria di antaranya tinggal di markas mereka di Pulo Gadung. Beberapa di antara mereka bergabung karena ada ajakan dari penghuni komunitas, ada juga yang atas keinginannya sendiri untuk datang ke markas.

“Ya kita ngajak dan ada juga yang mereka tau ada Punk Muslim terus bergabung. Ngajaknya ya dengan kita kan mainnya di jalanan, pasti ketemu lalu ngobrol-ngobrol. Ayo main-main ke markas, ngopi-ngopi, ngrokok-ngrokok dan ngobrol santai dulu”, kata Lutfi.

Lutfi bercerita dalam prosesnya, tak mudah mengajak para penghuni Punk Muslim untuk mengikuti pola kehidupan di dalam markas yang agamis. Karakter anak jalanan yang keras menjadi tantangan yang tak pernah usai, namun tak membuat para punggawa Komunitas Punk ini menyerah.

“Ya memang mereka keras, tapi biarlah mengalir kita arahkan ke yang positif. Pasti ada kesulitan, tapi memang harus kita kasih contoh terus, kita usahakan agar mereka ikut pada budaya kita. Kita biasakan mereka dengan budaya yang Punk Muslim bangun di markas. Kalau shalat ya shalat, kalau mereka nggak ikut dulu ya tidak apa-apa, biarin aja, mereka ngliatin dulu,” ujarnya.

Kegiatan di markas Punk Muslim di Pulo Gadung, selain berlatih musik adalah mengaji, shalat berjamaah, dan tausiyah. Sementara untuk bulan Ramadan ini, Punk Muslim sedang bersiap untuk menggelar Pesantren Jalanan di daerah Ciputat pada 11-13 Agustus 2012 nanti. Sesuai dengan namanya, pesantren ini diperuntukkan bagi anak-anak jalanan.

“Insya Allah, kalau Ramadan begini kita Tarawih, belajar membaca Al Quran, ya kalau bisa. Temen-temen di jalanan, sudah tua juga masih alif ba ta. Dan belajarnya gak bisa cepat seperti anak kecil, Iqra jilid satu bisa berapa hari,” pungkas Lutfi.
 Rep/Red: Farid Zakaria 
Sumber: detikRamadhan
dari: fimadani.com
Read more »

Kalah di Jakarta, PKS Malah Menangi Pemilukada di 4 Daerah Lain

Kalah di Jakarta, PKS Malah Menangi Pemilukada di 4 Daerah Lain

viva
Meskipun pasangan Cagub dan Cawagub PKS di Pemilukada Jakarta mengalami kekalahan, berdasarkan penghitungan sementara dan quick count berbagai lembaga survei, namun ternyata di 4 daerah lain pasangan kepala daerah yang didukung PKS malah memenangi Pemilukada.

Payakumbuh
Pemilukada Kota Payakumbuh Sumatera Barat yang berlangsung hari Kamis (12/7) dimenangkan oleh pasangan Riza Falepi – Suwandel Muchtar yang diusung koalisi PKS dan PDIP. Perolehannya mencapai 36 persen, terpaut jauh dari pesaingnya pasangan Almaisyar-Dedrizal yang meraih 22 persen suara. Total suara yang sudah dihitung lebih dari 50%.
    Sementara pasangan incumbent Syamsul Bahri – Weri Yunaldi meraih 13 persen suara. Pasangan Desra-Fitma Indrayani meraih 10 persen suara. Pasangan Zainul Jusri-Supardi memperoleh 6 persen suara, pasangan Mulyadi Afmar-Edward DF meraih 5 persen dan pasangan Nusyirwan Nazar-Chandra Setipon meraih 5 persen suara.
    Pilkada sendiri diikuti tujuh pasangan calon:
    (1) Desra – Fitma Indrayani (Independen)
    (2) Mulyadi Afmar – Edward DF (Independen)
    (3) Almaisyar – Dedrizal (Golkar-PPP)
    (4) Syamsul Bahri – Weri Yunaldi (PD)
    (5) Riza Falepi – Suwandel Muchtar (PKS-PDIP)
    (6) Zainul Jusri – Supardi (PBB-Parpol non parlemen)
    (7) Nusyirwan Nazar – Chandra Setipon (PAN?)
    Ketua KPU Payakumbuh Hendra Yani mengatakan ada 83.837 warga Payakumbuh yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tersebar di 202 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada.

    Kendari
    Sementara itu di Kendari, Ketua KPU Kota Kendari-Sulawesi Tenggara, Syam Abdul Djalil, SE. dalam rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih walikota dan wakil walikota Kendari tahun 2012 (Selasa 10/7/12), menyatakan, memutuskan pasangan Asrun – Musaddar sebagai pemenang dalam Pilwali Kendari dengan perolehan suara sebesar 81.968 atau sekitar 56.5 %, berdasarkan surat nomor 54/KPTS/KPU-KOTA/027-048/433/VII/2012.
    Asrun adalah Ketua DPD PAN Kota Kendari sedangkan Musadar Mappasomba merupakan kader PKS Kota Kendari. Pemilihan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari digelar pada Sabtu (7/7) diikuti 5 pasang calon.

    Buol
    Pasangan Amiruddin Rauf Pusadan-Samsuddin Koloi dipastikan memenangkan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Tengah, Yahdi Basma, yang saat dikonfirmasi via telepon, Kamis, 12 Juli 2012, sedang mengikuti proses rekapitulasi penghitungan suara di KPU Kabupaten Buol.
    Pasangan nomor urut satu yang diusung Partai Hanura, PKS, dan Gerindra ini meraup 36.436 suara atau 48,77 persen. Dia mengalahkan bupati bertahan, Amran Batalipu-Machmud Baculu, di urutan kedua dengan 29.755 suara atau 39,83 persen. Urutan ketiga ditempati Ramli Kadidia-Abdillah Bandung, yang mendulang 5.353 suara atau 7,17 persen. Pasangan Syahril Pusadan-Ahmad Andi Makka menempati urutan buncit dengan 2.348 suara atau 3,14 persen.

    Tasikmalaya
    Pasangan yang memperoleh suara tertinggi adalah Budi Budiman-Dede Sutrajat dengan nilai 58,41 % disusul oleh Sarif Hidayat-Cecep Bagja Gunawan dengan suara 34,41% dan Mumung Martasasmita-Taufik Faturohman dengan suara 7,75 %. Ini merupakan hasil perhitungan cepat yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dalam Pemilihan Kepala Daerah Tasikmalaya dengan sampel 200 TPS di sepuluh kecamatan.
    Budi yang didukung oleh sebagian partai berbasis Islam seperti PPP, PBR, PBB, Partai Demokrat, PKB, dan PKS unggul hingga 50% dihampir seluruh kecamatan. Sedangkan Syarif yang didukung oleh partai nasionalis seperti PDIP dan Golkar mengalami penurunan terutama di daerah Pakubumi dan Cipedes yang pemilu 2007 menang telak melawan Budi.
    “Tahun ini petugas TPS dinilai lebih pro aktif dengan mendatangi rumah waga yang tidak hadir saat pemilihan. Ada yang berhasil ada juga yang tidak karena partisipasinya hanya 76% dan hampir sama seperti 5 tahun sebelumnya.

    dari: fimadani.com
    Read more »

     

    PKS TV

    BEKERJA UNTUK INDONESIA

    BEKERJA UNTUK INDONESIA

    Dikelola oleh Pengurus DPRa PKS Bendan Duwur Semarang

    Slide Gallery