Selamat Datang di blog DPRa PKS Bendan Duwur, Gajahmungkur, Semarang

Buku Tamu

Minggu, 26 Agustus 2012

Bukan berita...#1


Aleg PKS Mengayuh Becak Kirimkan Bantuan Korban Banjir


Hujan yang mengguyur wilayah Semarang seringkali mengakibatkan terjadinya banjir hingga menyebabkan banyak warga Semarang yang membutuhkan bantuan, termasuk wilayah yang terkena banjir adalah wilayah Genuk Kota Semarang.


Kondisi inilah yang mengetuk hati Anggota DPRD Kota Semarang yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Imam Mardjuki pada hari Rabu (15/2) untuk langsung memberikan bantuanya kepada korban Banjir. Dengan profesinya sebagai anggota DPRD tidak menghalanginya untuk berbaur dan bergabung dengan masyarakat luas untuk membantu korban banjir.

Dengan mengenakan pakaian Pandu Keadilan, Imam Mardjuki langsung mengantarkan sendiri bantuanya dan tanpa ada kecanggungan mengayuh sendiri becak yang membawa bantuan.

Apa yang dilakukan aleg dari PKS ini langsung mendapat perhatian para warga Semarang yang menjadi korban banjir, salah seorang warga sempat bertutur bahwa serasa bermimpi melihat pejabat yang berkenan mengunjunginya langsung bahkan dengan mengayuh becak sendiri. [pksgajahmunkur]


Sumber : http://www.islamedia.web.id/2012/02/aleg-pks-mengayuh-becak-kirimkan.html
Read more »

Pendidikan Politik...#1


Tidak Ada Pilihan Politik yang Bisa Memuaskan Semua Orang


Oleh : Cahyadi Takariawan
gambar - tribunnews.com
gambar – tribunnews.com
Anda memimpin sebuah partai politik, dan kini menghadapi dilema untuk menentukan keputusan dukungan dalam Pemilihan Kepala Daerah yang akan segera berlangsung. Dua calon ini, sama-sama memiliki kelebihan, sama-sama memiliki kelemahan. Kedua kandidat dicela, namun juga dipuji. Pasangan Kelapa dan pasangan Ketela, dua pasang calon Kepala Daerah yang akan maju dalam Pilkada langsung di daerah anda.
Pasti, pasangan Kelapa dan pasangan Ketela punya pendukung, punya pemuja, namun juga punya lawan dan pencela. Tidak ada satupun pemimpin di muka bumi ini yang bebas dari celaan. Kemanapun bandul pilihan anda arahkan, akan selalu ada celaan dan akan selalu ada pujian.
Dengan berbagai pertimbangan, partai anda memutuskan untuk mendukung pasangan Kelapa, maka anda akan mendapatkan pujian minimal  dari dua kelompok. Pertama, kelompok pendukung pasangan Kelapa, segera mereka mengelu-elukan anda. Kedua, mereka yang secara politis bukan pendukung pasangan Kelapa, namun memiliki kedekatan visi, atau kedekatan emosi, atau kedekatan-kedekatan lain yang lebih praktis. Kelompok kedua ini ikut memuji anda.
Namun pada saat yang sama anda akan dicela bahkan dicaci maki, minimal oleh dua kelompok. Pertama, kelompok pendukung pasangan Ketela yang menjadi lawan politik pasangan Kelapa. Mereka segera menghujat anda dengan berbagai cara. Kedua, mereka yang secara politis bukan pendukung pasangan Ketela, namun memiliki kedekatan visi atau kedekatan emosi, atau kedekatan-kedekatan corak lainnya dengan Ketela. Mereka ini segera mencela anda melalui media massa yang mereka punya dan media massa yang tidak sepaham dengan dukungan anda.
Pertanyaannya, apakah jika keputusan partai anda mendukung pasangan Ketela, maka anda akan terbebas dari celaan dan caci maki? Tidak, sama sekali tidak. Kondisi anda sama saja, apakah akan mendukung pasangan Kelapa atau mendukung pasangan Ketela, anda harus siap mendapatkan hujatan dan celaan. Apapun pilihan anda, selalu ada pihak yang memuji, dan selalu ada pihak yang mencaci maki.
Bahkan andai kata anda memilih untuk tidak mendukung kedua pasangan yang ada, maka sebagai partai politik anda akan menghadapi pujian dan celaan. Keputusan partai anda yang netral, akan dipuji oleh kelompok yang kecewa dengan sistem, kelompok yang kecewa dengan dua pasangan yang ada, serta kalangan lain yang tidak memiliki pilihan terhadap dua pasangan yang maju Pilkada. Namun anda akan dicela oleh banyak kalangan, yang menuduh partai anda tidak memiliki sikap yang jelas, atau bahkan menuduh partai anda bermain dua kaki.
Dalam dunia politik, tidak ada satupun keputusan yang bisa memuaskan dan menyenangkan semua orang. Keputusan politik, selalu memberikan ruangan untuk dipuji sekelompok masyarakat, dan dicela oleh kelompok masyarakat lainnya.
Oleh karena itu, landasan untuk menentukan keputusan bukan pada pertanyaan “berapa banyak orang memuji dan berapa banyak orang mencela”, karena pujian dan celaan selalu bertebaran di sepanjang jalan politik. Bahkan kenyatannya, orang-orang salih yang dipuji-puji kebaikannya, sering kalah dalam Pemilihan Langsung. Pujian itu sering mematikan, dan celaan itu justru menguatkan.
Keputusan yang harus anda ambil adalah berdasarkan visi dan misi partai yang ingin anda realisasikan. Kemaslahatan bagi masyarakat luas harus menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan pilihan tersebut. Menghindari kemudharatan bagi masyarakat luas menjadi pertimbangan pada sisi sebelahnya. Semuanya saling melengkapi dalam memutuskan pilihan.
Tentu anda harus memiliki studi yang mencukupi, dengan survei dan serangkaian uji publik, untuk menjadi pertimbangan penting dalam mengambil keputusan. Lebih penting lagi, keputusan tersebut didasarkan atas mekanisme musyawarah yang sesuai dengan tata organisasi dalam partai anda. Bukan keputusan pribadi pemimpin partai. Bukan keputusan segelintir orang yang melangkahi mekanisme dan aturan partai.
Jika studi dan analisa mendalam sudah anda lakukan, musyawarah sudah anda tempuh, keputusan sudah anda ambil, maka tawakal saja kepada Allah. Siapkan telinga, pikiran dan hati anda untuk tidak bangga karena keputusan anda dipuji media, dan tidak kecewa karena keputusan anda dicela media.
Fa idza ‘azamta, fatawakkal ‘alallah.
Putuskan saja, karena anda harus memutuskan, dan nikmati saja resikonya.
dari:

Read more »

Senin, 20 Agustus 2012

Doakan kami Agar selalu Istiqomah...kami juga mengalami godaan seperti pejabat pejabat yang lain


Irwan Prayitno: Angka Kemiskinan di Sumbar Turun, Pengangguran Berhasil Ditekan



Padang – Pelaksanaan Idul Fitri 1433 H tahun 2012, berlangsung cukup ramai. Ini terlihat dari halaman Kantor Gubernur yang penuh sesak dengan jamaah, tidak seperti tahun sebelumnya yang hanya sebagian. Hal ini mungkin berkaitan dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri yang dilakukan serentak oleh pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan.

Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1433 H di Padang dipusatkan di halaman Kantor Gubernur yang dihadiri oleh Gubernur Irwan Prayitno, Wagub Muslim Kasim, Ketua DPRD Yultehnil, Forkopinda, Walikota Fauzi Bahar, Sekda Ali Asmar, Kanwil Kementrian Agama, Asisten, Staf Ahli serta beberapa Kepala SKPD di lingkungan Pemprov dan Pemko Padang pada Minggu pagi (19/8).

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan, kita perlu saling memaafkan di momen Idul Fitri sebagai ungkapan rasa syukur kembali ke fitrah sebagai mana yang telah dijanjikan Allah SWT, bagi umatNya yang beriman dan bertaqwa. Selain itu Idul Fitri Kali ini seiring dengan peringatan HUT RI ke-67, Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia untuk seluruh masyarakat Sumatera Barat, semoga rasa kebangsaan kita terus tumbuh untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.

Sebagai mana kita telah mengamalkan ibadah puasa, mari kita aplikasikan hasil ibadah selama Ramadhan, dengan semangat kerja keras dan bersungguh-sungguh memajukan pembangunan di daerah ini. Saat ini kita telah berhasil menurunkan angka kemiskinan di Sumatera Barat dari 9 persen pada tahun 2010 menjadi 8 persen pada tahun ini. Keberhasilan ini tentu berkat peran serta dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan.

Dalam penyelenggaraan pembangunan periode 2010–2015 ini, kita terus memacu partumbuhan kegiatan di sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan serta usaha-usaha kecil menengah bersama pemkab/ko dan masyarakat. Program-program ini menjadi bahagian penting dalam RPJM kita mewujudkan Sumatera Barat yang Madani, Adil, Sejahtera dan Bermartabat.

Seiring itu kita juga berhasil menekan angka pengangguran dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, terutama penambahan jam kerja petani, nelayan dan masyarakat miskin lainnya, yang diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan di Sumatera Barat, harapnya.

Irwan Prayitno juga menghimbau masyarakat Sumatera Barat untuk peduli sesama, terutama membantu saudara-saudara kita di Myanmar, Iran, Palestina, Syiria yang sedang mengalami musibah gempa dan konflik di negara mereka. Sebagai sesama umat Islam, ini merupakan juga pengalaman nilai-nilai Ramadhan dan solidaritas.

Kita amat yakin masyarakat Sumatera Barat merupakan orang-orang yang peduli terhadap sesama, sesuai dengan nilai-nilai budaya dan kultur masyarakat yang selalu ingin berbagi, ujarnya. Dalam sambutannya, Gubernur juga menyampaikan bahwa pada 16 Agustus dua tahun lalu adalah permulaan Irwan Prayitno dan Muslim Kasim menjalankan amanah kepemimpinan di Sumatera Barat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

Walikota Padang Fauzi Bahar, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat kota Padang untuk mau memberikan sumbangan nilai sesebungkus nasi untuk saudara–saudara kita dari Myanmar yang saat ini banyak yang mengungsi di Indonesia.

Di hati dan pikiran kita masih teringat peristiwa gempa 30 September 2009, betapa kita berebut untuk mendapat makanan, dan menunggu bekal karena kondisi saat itu amat susah. Rasa pahit dan susah itu telah berhasil kita lewati berkat bantuan dan perhatian masyarakat dunia, baik dalam negeri maupun luar negeri. Oleh kerena itu kita telah membentuk tim penghimpun dana dan bantuan masyarakat untuk disalurkan kepada saudara kita dari Myanmar, Palestina dan Iran. Mudah-mudah ini memberikan kita hidayah dan kebaikan dari Allah SWT, ungkapnya.

Khatib dalam penyelenggaraan Idul Fitri tahun ini adalah Prof. DR. Phil Yanuar Kiram, Rektor Universitas Negeri Padang, dengan judul, “Pembebasan Roh dari Budak Hawa Nafsu”. (humas/dep)

Sumber: Berita PKS Sumatera Barat

dari: pks.or.id


 

Read more »

Rabu, 15 Agustus 2012

PKS Gelar Sejuta Jilbab untuk Papua


Jilbab untuk Saudara kita di Papua






 

SORONG - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Papua Barat menggelar acara bertajuk "PKS Berbagi" berupa mengumpulkan sumbangan sejuta jilbab untuk Papua.

Bendahara Umum DPW PKS Papua Barat, Hasanuddin M Noor kepada Radar Sorong (JPNN Grup) mengatakan bahwa sejuta jilbab untuk Papua merupakan upaya membantu muslimah di Papua dan Papua Barat.

"Ini akan terus berlangsung, tidak hanya di Sorong saja, tapi di Papua dan Papua Barat secara keseluruhan," kata Hasanuddin di SDIT Al-Izzah Sorong, Kamis (9/8).

Selain penggalangan bantuan sejuta jilbab untuk Papua, PKS juga meluncurkan program air bersih untuk masyarakat dan pelatihan tehadap berbagai lembaga sosial.

"Pelatihan lembaga sosial ini dilakukan supaya mereka (Lembaga Sosial, Red) memiliki manajemen yang baik sampai ke pelaporan mereka. Dan tujuan kami, supaya mereka bisa lebih baik," pungkasnya. (ans/fuz/jpnn)

Sumber: JPNN

dari: pks.or.id

Read more »

Selasa, 14 Agustus 2012

Pengingat...#2


para pengisi khutbah mubaligh, da'i atau pengisi kajian sering dan hampir selalu mengingatkan kita tentang betapa pentingnya kita bersyukur tentang keimanan kita keislaman kita...

PENGINGAT...kali ini ingin menyampaikan untuk saling mengingatkan...belajar dari kisah Sahabat Rasulullah Salman Al Farisi mencari kebenaran...


Salman al-Farisi pada awal hidupnya adalah seorang bangsawan dari Persia yang menganut agama Majusi. Namun dia tidak merasa nyaman dengan agamanya. Pergolakan batin itulah yang mendorongnya untuk mencari agama yang dapat menentramkan hatinya.

Kisah Salman diceritakan langsung kepada seorang sahabat dan keluarga dekat Nabi Muhammad bernama Abdullah bin Abbas:

Salman dilahirkan dengan nama Persia, Rouzbeh, di kota Kazerun, Fars, Iran. Ayahnya adalah seorang Dihqan (kepala) desa. Dia adalah orang terkaya di sana dan memiliki rumah terbesar.

Ayahnya menyayangi dia, melebihi siapa pun. Seiring waktu berlalu, cintanya kepada Salman semakin kuat dan membuatnya semakin takut kehilangan Salman. Ayahnya pun menjaga dia di rumah, seperti penjara.

Ayah Salman memiliki sebuah kebun yang luas, yang menghasilkan pasokan hasil panen berlimpah. Suatu ketika ayahnya meminta dia mengerjakan sejumlah tugas di tanahnya. Tugas dari ayahnya itulah yang menjadi awal pencarian kebenaran.

kemudian kisahnya dilanjutkan dengan berganti ganti guru dan berpindah dari negara negara Aljazair, Irak, Suriah,Syam, Romawi...dan sampai pada tanah Madinah setelah mengalami perampokan dalam perjalanan dan dijadikan budak...

dan dia pun mengecek sendiri kebenaran seseorang yang dikatakan oleh gurunya yang terakhir yang menyebutkan bahwa ciri ciri dia seorang nabi adalah...dia mau makan hadiah tapi tidak dengan sedekah dan diantara kedua bahunya terdapat tanda cincin kenabian.

barulah setelah ketiga ciri tersebut lengkap dia masuk Islam

Saudara-saudaraku...sebagian besar kita di sini berislam karena orang tua kita adalah seorang Muslim...tanpa harus melalui jalan panjang seperti yang Salman lakukan maka patutlah kita bersyukur dengan sebenar-benarnya syukur...

dari Al Qur'an:
 surat : Al-Maidah Ayat : 36
36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih. 

betapa mahalnya keimanan dan keislaman kita maka dari itu mari bermujahadah dengan keislaman kita...

semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kesalahan




Read more »

 

PKS TV

BEKERJA UNTUK INDONESIA

BEKERJA UNTUK INDONESIA

Dikelola oleh Pengurus DPRa PKS Bendan Duwur Semarang

Slide Gallery