Selamat Datang di blog DPRa PKS Bendan Duwur, Gajahmungkur, Semarang

Buku Tamu

Senin, 24 Juni 2013

9 Sikap Da'i Dalam Menghadapi Fitnah dan Ujian | Bayan Dewan Syari'ah PKS



BAYAN
DEWAN SYARI’AH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
NOMOR: 39/K/DSP-PKS/1434
TENTANG
SIKAP DA’I DALAM MENGHADAPI FITNAH DAN UJIAN

***

Kehidupan seorang da’i sarat dengan ujian dan fitnah karena aktifitasnya sarat dengan aksi –aksi menyeru, mengajak kepada kebaikan dan memperbaiki kemunkaran. Aktifitas dakwah tersebut akan menyebabkan pihak tertentu (ahlul bathil) terganggu dan merasa dirugikan. Kehidupan seorang da’i sarat dengan ujian dan fitnah karena itu sunnatu dakwah yang akan menjadi realitas berulang, sebagaimana firman Allah swt dalam beberapa ayat al-Qur’an:


    حَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ. وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", lalu kemudian mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta.(QS AlAnkabut 2-3)

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللهِ أَلآَ إِنَّ نَصْرَ اللهِ قَرِيبُُ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Kapankah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, bahwa pertolongan Allah itu Amat dekat.(Qs Al-Baqarah : 214)

Fitnah dan ujian itu bisa menguatkan keimanan seseorang dan bisa juga menjerumuskan dan menyebabkannya futur dalam dakwah ini. Oleh karena itu, dibutuhkan bayan tentang sikap dan kiat–kiat da’i dalam mengahadapi fitnah, agar setiap kader bisa menyikapinya dengan tepat dan tegar, dan lulus dalam melewati setiap fitnah dan ujian.

9 SIKAP

Ada sembilan sikap seorang da’i ketika diuji Allah swt dengan fitnah, kesembilan penyikapan tersebut adalah:

Pertama, Muhasabah

Sikap pertama yang harus dilakukan adalah bermuhasabah, berintrospeksi diri atas apa yang telah dilakukan. Bermuhasabah adalah perintah Allah swt, sebagaimana firmanNya :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Karenanya bermuhasabah adalah tradisi para sahabat dan generasi setelahnya, karena dengan bermuhasabah, setiap kekhilafan bisa diketahui dan diperbaiki sejak dini.

Sebagaimana taujih Umar bin Khatthab r.a:

حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا

"Evaluasi dirimu sebelum engkau dievaluasi.’


Kedua, Bertaubat

Langkah selanjutnya adalah bertaubat kepada Allah swt. dengan sebenar-benarnya taubat (taubatan nashuha), sebagaimana firman Allah swt.:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).‟ (QS At-Tahrim : 8)

Bertaubat itu memiliki rukun dan prasyaratnya agar taubatnya diterima oleh Allah swt. yaitu sebagai berikut :

A. Yang berkenaan dengan hak-hak Allah swt:

Bertaubat kepada Allah swt, berarti menunaikan hal-hal berikut:

1. Menyesali dosa yang telah dilakukannya. Seorang muslim harus merasa bersalah dengan dosa yang dilakukannya, oleh karena itu ia harus menyesali perbuatannya tersebut.

2. Berkomitmen untuk tidak mengulangi lagi kesalahannya.

3. Memperbaiki diri dengan memperbanyak amal-amal sholeh.

B. Hak-hak manusia:

Bertaubat juga harus menunaikan hak-hak manusia, yaitu:

1. Mengembalikan hak orang lain. Jika kesalahannya tersebut adalah merampas dan mengambil hak orang lain, maka ia harus mengembalikannya kepada si empunya.

2. Melakukan tabayyun (cek & recek) atas setiap informasi yang diterimanya, agar terhindar dari sikap bersu‟udzan kepada orang lain.


Ketiga, Bersabar

Langkah selanjutnya adalah bersabar atas fitnah yang menimpa da’i, dengan berkeyakinan bahwa semua ini adalah ujian dari Allah swt. untuk mengetahui hamba-hamba pilihan-Nya, sebagaimana firman Allah swt dalam ayat-ayat al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (QS Ali Imran: 200)


Keempat, Taqarrub kepada Allah SWT

Setiap da’i harus senantiasa bertaqarrub kepada Allah swt. agar senantiasa dekat dengan Allah swt., karena sesungguhnya maksiat dilakukan karena jauh dari Allah swt. Bertaqarrub yang dimaksud adalah dua hal :

1. Berkomitmen menunaikan kewajiban (fara‟id), seperti sholat lima waktu, puasa ramadhan, dan lain-lain.

2. Memperbanyak ibadah atau amalan sunnah seperti shalat sunnah rawatib, puasa senin dan kamis, sholat tahajjud, tilawah al-Qur’an dan amalan sunnah yang lain, sebagaimana dalam hadits qudsi:

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ

"Tidak ada ibadah yang dilakukan oleh hamba-Ku yang lebih Aku cintai selain ibadah yang Aku wajibkan. Dan hambaku senantiasa bertaqarrub kepadaku dengan ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka Aku yang menjaga pendengarannya, Aku yang menjaga pandangannya, Aku yang menjaga tangannya, Aku yang menjaga kakinya. Jika ia meminta kepadaku, maka Aku akan kabulkan. Dan jika ia berlindung kepadaku, maka Aku melindunginya.‟ (Shahih bukhari, kitab Raqaiq, Bab Tawadhu‟, No. 6021)


Kelima, Menghindari tempat-tempat fitnah

Agar kita tidak terhindar dari fitnah, maka setiap da’i harus menghindari hal-hal atau tempat-tempat yang akan menjerumuskannya ke dalam fitnah.

Di antara hal-hal yang bisa mengakibatkan fitnah adalah sebagai berikut :

1. Harta, dengan segala bentuknya.

Banyak sekali ayat-ayat al-Qur’an yang memberikan warning agar setiap muslim waspada dengan harta karena karakter harta itu dominan menyebabkan pelakunya kepada maksiat.

2. Perempuan

Begitu pula dengan perempuan, seperti halnya harta, perempuan adalah fitnah / ujian bagi manusia, sebagaimana firman Allah swt. :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS Aliimran ; 14)

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS Al-anfal ; 28)

3. Hal-hal syubhat

Menjauhi hal-hal yang syubhat termasuk hal yang harus dilakukan da’i agar bisa terhindar atau berhasil melewati ujian, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

Dari Nu'man bin basyir r.a berkata : saya mendengar Rasulullah saw bersabda : "Sesungguhnya yang halal itu sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas, diantara keduanya ada hal-hal syubhat yang tidak diketahui banyak manusia. Barang siapa yang menghindari hal-hal syubhat, maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Barang siapa yang melakukan yang syubhat, maka ia telah melakukan yang haram."

4. Teman yang tidak baik

Teman adalah cermin keperibadian sesorang, oleh karena itu jika ingin mengetahui ihwal seseorang, maka bisa diketahui dengan ihwal sahabatnya. Oleh karena itu harus dipastikan karib kita adalah orang-orang sholeh, sebagaimana hadits Rasulullah saw:

Dari Abi Hurairah r.a, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Setiap orang tergantung pada agama temannya, maka kalian lihatlah siapa yang dia jadikan teman." (Musnad Ahmad, Kitab : Musnad al-muktsirin, Bab : Musnad Abi Hurairah, No. 7685)

5. Berambisi mendapatkan jabatan

Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan kepada Allah swt. Oleh karena itu Rasulullah saw. memerintahkan orang yang memegang amanah adalah orang memiliki kualifikasi dan kompetensi. Maka berambisi mendapatkan jabatan adalah perilaku tercela yang harus dihindarkan, sebagaimana sabda Rasulullah saw :

Rasulullah saw bersabda : "Dua serigala yang dilepas di tengah gerombolan kambing itu tidaklah lebih merusak dibanding merusaknya ambisi untuk mendapatkan harta dan jabatan terhadap agama seseorang." (Sunan Tirmidzi, Kitab : Zuhud, Bab : ma ja‟a fi akhdzil mal bihaqqihi, no. 2298)

Maksud hadits tersebut adalah bahwa ambisi meraih harta dan jabatan berdampak merusak agama seseorang lebih dahsyat dari pada dampak kerusakan yang dibuat oleh dua ekor serigala yang menyerang segerombolan domba.


Keenam, Saling memberikan nasihat

Setiap da’i harus terbiasa saling memberi nasihat (tanashuh), karena hanya dengan itulah setiap da’i terbantu untuk memperbaiki diri. Jika yang terjadi sebaliknya; tidak ada budaya tanashuh dan kontrol internal melemah sehingga memungkinkan setiap da’i terperangkap fitnah atau tidak sabar menghadapinya.

Tanashuh dan lapang dada menerima nasihat adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa terpisahkan. Oleh karena budaya tanashuh tersebut tidak akan terwujud jika tidak diimbangi dengan sikap lapang dada; maksudnya setiap da’i jika mendapatkan nasihat, ia harus berlapang dada menerima masukan dan nasihat tersebut. Insya Allah swt nasihat itu memperbaiki kita. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

Dari Tamim ad-Dari, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, "Nasihat untuk siapa?" Rasulullah saw. Bersabda, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat umum." (Shahih muslim, kitab : al-iman, Bab : ad din nashihah, no. 82)


Ketujuh, Terus bekerja melayani

Setiap ujian dan fitnah tidak boleh menyebabkan kita futur dan berhenti berdakwah, tetapi sebaliknya, ujian tersebut harus menjadi cambuk agar setiap da’i lebih bersemangat dalam beramal dan berdakwah.

Kerja-kerja dakwah itu sangatlah luas, di antara amal dakwah yang menyentuh hajat masyarakat adalah dakwah dalam bidang sosial, dakwah dalam bidang kesehatan agar masyarat hidup sehat, berdakwah dalam bidang keamanan agar masyarakat hidup aman dan nyaman, berdakwah dengan membangun infrastruktur agar fasilitas masyarakat terpenuhi sehingga mereka lancar dan leluasa melakukan hajat dan aktifitas hidupnya. Hal ini sebagaimana firman Allah swt:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS At-Taubah: 105)


Delapan, Husnudzan terhadap ikhwah dan dakwah

Setiap da’i senantiasa berhusnudzan terhadap ikhwah dan dakwah. Setiap kali mendengar kabar tidak baik tentang seorang akh atau dakwah, maka harus mengedepankan husnudzan, hingga mendapatkan informasi / penjelasan dari dakwah.

Prinsip berhusnudzan ini yang diperintahkan Rasulullah saw. sebagaimana firman Allah swt:

لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَٰذَا إِفْكٌ مُبِينٌ

"Tidakkah sebaiknya ketika kamu mendengar (berita bohong) itu orang-orang mukminin dan mukminat bersangka baik terhadap diri mereka sendiri." (QS An-Nur: 12)

Apalagi jika informasi bersumber dari orang fasiq, maka kita tidak boleh percaya sebelum tabayyun terhadap berita tersebut, sebagaimana firman Allah swt:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.(QS al-Hujarat: 6)


Sembilan, Istiqomah dalam jama’ah

Ujian dan fitnah adalah fitrah dalam perjuangan dan dakwah, sebagaimana firman Allah swt:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (QS Ali Imron:200)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. (QS Al Hajj:77)

Oleh karena itu setiap ujian dan fitnah itu tidak boleh membuat kader futur, tetapi sebaliknya, harus membuat tetap istiqomah dalam dakwah ini.

***

Jakarta , 26 Rajab 1434 H
5 Juni 2013 M

DEWAN SYARI’AH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

DR. KH. SURAHMAN HIDAYAT, MA.
KETUA



*Download Bayan DSP (file pdf) KLIK INI
Read more »

Kisah Nyata: Karyawan Lugu Masuk PKS

Oleh Ikhsan Setiawan
Kompasioner

Seminggu yang lalu setelah menjalani rutinitas sebagai seorang pengangguran, hehe… saya mengunjungi tempat kerja seorang teman yang kebetulan tempat kerjanya itu DPW PKS Sulawesi Selatan (Sul-Sel). Saya menemukan kantor yang cukup sibuk dan penuh dengan orang-orang yg ramah (banget).

Sekitar 30 menit saya terlibat pembicaraan yang santai dengan teman saya itu yang bernawa Pak Awaluddin, secangkir teh hangat pun terhidang. Tidak lama, seorang pria muda dengan pelan dan salam membuka pintu kantor PKS Sul-Sel, saya kira dia itu pegawai, kader atau apalah yang berkaitan dengan kantor ini. Tapi tiba-tiba dengan jelas ia mengatakan kepada Pak Awaluddin “saya mau mendaftar jadi kader PKS, mau ikut pengajian PKS” Woooow, saya tersentak terkejut dan heran. Dalam hati saya bergumam “bukankah PKS sekarang lagi bermasalah, kok mau ya orang ini masuk PKS??” saya saja yang punya teman di PKS belum yakin tuh.

Lalu Pak Awalauddin bertanya dengan singkat kepada bapak yang diketahui namanya Hisbullah “ kenapa bapak mau masuk PKS?”

“Saya jengkel dengan pemberitaan di TV, saya jengkel PKS dicaci-maki” Jawab Pak Hisbullah dengan nada yang mantap.

Woooow lagi, justru karena pemberitaan yang saya pikir akan menjatuhkan PKS membuat Pak Hisbullah yg lugu itu mantap masuk PKS.

Pak Hisbullah yang memperkenalkan dirinya sebagai karyawan sebuah perusahaan finance dan alumni Universitas Muhammadiyah Makassar, sebelum pamit pulang ia menekankan lagi agar pendaftarannya itu segera dan bisa aktif dalam kegiatan PKS.

Dari kenyataan ini, dengan mengucapkan BISMILLAH saya berniat dan mengajak semua keluarga saya memilih PKS di 2014 mendatang.


*http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/08/kisah-nyata-karyawan-lugu-masuk-pks-566131.html
Read more »

Sabtu, 08 Juni 2013

PKS yang katanya Dibenci, Diam-Diam Membantu Renovasi Masjid Gunung Kidul, Warga Pun Menangis

KabarPKS.com - Gunung Kidul - Saya ingin sedikit bercerita mengapa saya harus menuliskan pengalaman ini dan mengabarkannya kepada anda.

Jadi begini, pagi-pagi sekali, rabu (29/5) saya mendapatkan telpon dari seseorang agar diminta segera hadir ke pedukuhan Turunan desa Girisuko kecamatan Panggang, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Saya pun terkaget-kaget. Jujur, saya sangat penasaran. Namun saya beranikan untuk bertanya lebih jelas dan sedikit memaksa, akhirnya dia menjelaskan bahwa hari ini akan ada peresmian dan peletakan batu pertama renovasi total masjid Annur yang dulu pernah dulu saya ajukan.

Seteleh berbincang-bincang, ternyata yang menelpon saya adalah ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gunung Kidul. Saya melaju ke lokasi bersama Ust Aliyudin, dari Keluarga Muslim cendikia (KMC) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ternyata, disana sudah banyak orang yang hadir. Peresmian kali ini dihadiri oleh pejabat padukuhan, kepala desa, unsur muspida dari kecamatan, koramil, kapolsek dan yang lainnya. Ternyata renovasi masjid Annur merupakan bagian rangkaian renovasi 8 masjid di Gunung Kidul.

Warga yang melihat kehadiran saya tentunya tidak asing lagi. Setiap warga yang melihat pasti melambaikan tangan, sungguh menghidupkan cerita lama dan saya benar-benar bernostalgia. Saya adalah peserta KKN angkatan 77 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selama 2 bulan hidup ditengah-tengah masyarakat dusun Turunan. Suka dan duka saya lewati bersama masyarakt disini. Termasuk pertemuan saya dengan Ust Suwarno, DPC PKS Gunung Kidul. Dulu sewaktu saya mengabdi di padukuhan Turunan, saya memang sempat bertemu dan berkomunikasi dengan beliau. Sempat saya dengar, ternyata teman-teman anggota dewan dari fraksi PKS mengawal bantuan rumah untuk masyarakat termasuk diantaranya warga dusun Turunan yang beruntung mendapatkannya.

Sebenarnya masyarakat tidak banyak tahu dan justru masyarakat juga tidak senang-senang amat dengan PKS, sebab saya pernah mengundang Ust. Suwarno selaku ketua DPC PKS gunung Kidul untuk mengisi pengajian, dan wal hasil ada yang senang dan ada yang tidak senang dan cenderung benci dengan kehadiran beliau karena dinilai politis.

Melihat kesungguhan kader PKS, diam-diam saya mencoba membicarakan kepada beliau untuk membantu memperbaiki masjid yang saat itu sudah tua dan retak-retak akibat gempa. Belum lagi fasilitas yang sangat minim, sehingga mendorong saya memberanikan diri untuk membuka pembicaraan tersebut tanpa sepengetahuan warga. Usul saya mendapat respon baik dari ust Suwarno.

Seiring berjalannya waktu, saya tidak menuntut banyak kepada PKS untuk membantu program saya, dalam hal ini bekerja sama dalam pengabdian di masyarakat. Program saya berjalan dengan baik, bahkan dinilai sangat bagus oleh masyarakat. Bagaimana tidak, seluruh elemen masyarakat merasakan keberadaan kami selama 2 bulan itu.

Mulai dari pembenahan dan pemakmuran masjid, perbaikan jalan, penerangan jalan, perayaan 17an, membuat dan membina kelompok hadroh (seni musik khas nahdiyin -ed) dan lain sebagainya. Sampai sekarang, sebagian dari kegiatan-kegiatan tersebut masih dijalankan warga. Bahkan, ditengah-tengah kesibukan saya sempatkan hadir untuk memenuhi undangan warga Turunan dalam acara mujadahan. Ternyata sambutan masyarakat begitu hangat. Penampilan special adalah hadroh yang pernah kelompok KKN UIN Suanan Kalijaga bina ini unjuk gigi seiring peningkatan dalam berseni hadroh.

Ketika itu, saya sudah mendengar kabar dari PKS akan menindaklanjuti permohonan saya tersebut. Saya sampaikan dalam beberapa kesempatan kepada warga bahwa masjid Annur akan segera direnovasi. Raut senang menghiasi para jamaah.

Puluhan kali warga berterimak kasih atas kerja keras kader-kader PKS selama ini. Dan saya pun turut menyampaikan ucapan terima kasih itu. Dibalik perkembangan padukuhan, ternyata PKS turut serta didalamnya tanpa sepengetahuan warga. Namun setelah saya ceritakan, masyarakat hanya bisa terdiam dengan mata yang berkaca-kaca. Saya coba tatap satu persatu mata itu, ternyata saya menangkap seakan ada pesan yang ingin disampaikan kepada saya namun tak kuasa untuk diucapkan. Pesan itu adalah ucapan terima kasih dan dukungan kepada kader PKS untuk terus bekerja. Subhanallah, ternyata mereka sudah mulai jatuh cinta kepada PKS.

disampaikan oleh Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga

Sumber: pkspiyungan
Read more »

Rabu, 05 Juni 2013

Ketika PKS Belajar dari "Sang Kyai"



by Aboe Bakar Al-Habsy
Aleg PKS Komisi III




    Nonton "Sang Kyai" bersama Presiden dan DPP PKS di Citos Surabaya (4/6/13)..


    #SangKyai bukan sekedar tontonan biasa......

    #SangKyai menceritakan kehidupan dan perjuangan tokoh yang menginspirasi kita KH. Hasyim Asy'ari.

    Film #SangKyai menceritakan epik heroik para santri dalam memperjuangkan kemerdekaan.

    #SangKyai juga syarat makna, bagaimana hukum Islam digali oleh para kyai melalui fatwanya, salah satunya fatwa resolusi jihad.

    Dengan menyimak film #SangKyai para generasi muda akan sadar, kemerdekaan NKRI bukanlah barang gratisan.

    Kemerdekaan lahir dari cucuran darah, peluh keringat, adu strategi dan ijtihad para kyai.

    #SangKyai memberikan refleksi kecintaan kalangan pesantren terhadap tanah air ini.

    Saya sangat terkesan dengan dialog dari Kyai Hasyim Asy'ari #SangKyai ...

    "Kita harus segera mempersiapkan kemerdekaan karena Izzul Islam Wal Muslimin dan rasa Nasionalisme" #SangKyai

    Utusan Bung Karno yg meminta fatwa hukum berperang demi tanah air, adalah bukti kepedulian terhadap kesesuaian perjuangan dg agama.

    Kedatangan Bung Tomo serta utusan Panglima Sudirman ke KH Hasyim Asy'ari juga bukti penghormatan para pejuang terhadap para ulama.

    Para pejuang tidak hanya bertempur, namun selalu minta masukan, saran dan arahan dari para ulama.

    #SangKyai mengajarkan agar senantiasa berbhakti pada bangsa dengan landasan ibadah....

    #SangKyai memberikan pencarahan tentang hubungan nasionalisme dan agama kepada kita.

    Nasionalisme dan religiusitas adalah dua nilai yang tidak perlu dipertentangkan. #SangKyai

    Laskar Hisbulloh lahir dari religiusitas KH Hasyim Asy'ari dalam membela nasionalisme, beliau menolak gabung dg Heiho.

    Untuk melawan kemungkaran, haruslah menggunakan strategi dan koordinasi yang baik. #SangKyai

    Ketika #SangKyai ditangkapi oleh jepang, disadari perlu mengambil ijtihad perjuangan dengan strategi baru.

    Berjuang tak harus selalu jadi oposisi, dibubarkannya MIA dan dibentuknya Masyumi adalah perubahan strategi perlawanan. #SangKyai

    KH Hasyim Asy'ari jg menerima tawaran ketika diminta merangkap jabatan menjadi ketua Masyumi sekaligus Shumubu (Depag ala Jepang). #SangKyai

    Sepertinya ini adalah strategi koalisi ala #SangKyai...

    Saya suka pesan terakhir dari #SangKyai .....

    "Pahlawan tidak perlu dikenal, karena syahid mereka dicatat di sisi Allah"

    Cukup sekian....


*https://twitter.com/aboebakar15
Read more »

Gus Sholah Yakin PKS Mampu Lewati Badai


____
Foto: Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dan Presiden PKS Anis Matta beserta jajaran DPP PKS ziarah ke makam KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, Selasa (4/6) malam.


Jombang -  Rabu 5 Juni 2013,- Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid berharap dan meyakini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mampu melewati persoalan kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi yang membelitnya.

KH Salahuddin Wahid yang disapa Gus Sholah mengatakan hal itu saat membuka acara Silaturahim Presiden PKS bersama Keluarga Besar Pesantren Tebuireng di Jombang, Selasa (4/6) malam.

"Saya sangat yakin PKS mampu melewati 'badai', untuk menjadi besar haruslah melewati ujian dulu" tegas Gus Sholah yang merupakan cucu KH Hasyim Asy'ari, ulama kharismatik yang pendiri Nahdlatul Ulama (NU). 'Badai' yang dimaksud Gus Sholah tidak lain kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi.

Gus Sholah yang juga adik mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menandaskan, tidak ada alasan bagi PKS untuk larut dalam pusaran kasus dugaan korupsi yang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) sebagai tersangka.

Sementara Presiden PKS Anis Matta menjawab pertanyaan beberapa mahasantri seputar kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi menjelaskan, jajaran partai dakwah ini memandang masalah hukum LHI sebagai ujian yang semakin mengokohkan PKS.

"Persoalan dugaan korupsi itu kami tempatkan sama seperti peselancar menghadapi ombak. Semakin besar ombak semakin asyik bagi kami berselancar. Jadi asyik-asyik aja," ujar Anis, yang dalam silaturahim didampingi Sekretaris Jenderal PKS Taufik Ridho serta jajaran pengurus pusat DPP PKS lainnya.

Silaturahim yang diisi diskusi selain diikuti Gus Sholah, juga hadir sekitar 200an kiai muda dan mahasantri Tebuireng. Diskusi berlangsung sekitar dua jam hingga tengah malam.

Sebelumnya, rombongan Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS diterima Gus Sholah di kediamannya, yang berada di lingkungan pesantren. Gus Sholah dan keluarga menerima rombongan Anis Matta dalam suasana santai dan akrab.

Anis dan jajaran bersama puluhan jurnalis Surabaya, yang siangnya menonton bersama 'Sang Kiai' --yang menceritakan perjuangan pendiri Pondok Pesantren Tebuireng KH Hasyim Asy'ari-- membuka obrolan mengenai film sejarah dan dakwah ini.

"Film 'Sang Kiai' memberi kami sebagai generasi muda bangsa pencerahan sejarah yang luar biasa. Film ini sangat berhasil mengungkap sebagian sejarah yang belum diketahui publik, khususnya mengenai perjuangan KH Hasyim Asy'ari dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia" ulas Anis.

Karenanya, Anis menambahkan, PKS secara khusus menghaturkan terimaksih kepada keluarga besar KH Hasyim Asy'ari yang mengizinkan pembuatan film berlatarbelakang sejarah perjualangan ulama besar tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Anis Matta dan rombongan ditemani langsung Gus Sholah ziarah ke makam KH Hasyim Asy'ari dan Gus Gur, juga dalam Pondok Pesantren Tebuireng. Bersama sekitar 150 warga berbagai daerah, yang lebih awal melakukan ziarah, rombongan PKS mengirimkan doa buat ulama dan tokoh besar tersebut. (AS/kabarpks)




*www.kabarpks.com/2013/06/gus-sholah-yakin-pks-mampu-lewati-badai.html
Read more »

 

PKS TV

BEKERJA UNTUK INDONESIA

BEKERJA UNTUK INDONESIA

Dikelola oleh Pengurus DPRa PKS Bendan Duwur Semarang

Slide Gallery