Hamasah di Jalan Da'wah
Perjalanan dakwah masih panjang. Salah satu faktor yang membuat kita dapat bertahan dan terus eksis di jalan dakwah adalah adanya hamasah (semangat) dan iradah (kehendak) kuat yang tertanam dalam jiwa kita.
Jama'ah Penuh Berkah
Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.
Bekerja Untuk Indonesia
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (9:105)
Inilah Jalan Kami
Katakanlah: "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (12:108)
Biduk Kebersamaan
Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Adakah di antara kita yang tersayat atau terluka ? Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.
Sabtu, 19 Januari 2013
Aksi H N W
10.07
Unknown
Ciri Partai Demokratis
10.05
Unknown
Pengamat: PKS Peduli Banjir Ciri Partai yang Demokratis.. dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat
Oleh Dwi Purnawan Al-Munir*
Tidak peduli dalam Pemilu 2009 lalu PKS di Jakarta kalah, atau dalam Pilgub lalu Jagoan PKS juga kalah, tetap tak menyurutkan kontribusi PKS mengatasi masalah Banjir. Jadi kalo bisa diibaratkan, mungkin semboyan PKS adalah, ada atau tidak adanya Pilgub, ada atau tidak adanya Pemilu, PKS akan selalu terdepat membantu rakyat. Bukankah ini menjadi satu ekspresi rasa nasionalisme yang sangat tinggi bagi sebuah Partai politik?
*Penulis adalah penulis buku Pacitan The Heaven Of Indonesia
Aksi H N W
10.03
Unknown
Hidayat Terjang Banjir Terjun Langsung Kirim Bantuan
![]() |
| Ketua F-PKS Hidayat Nur Wahid menerobos banjir untuk memberikan bantuan kepada warga korban banjir di Petamburan, Jakarta, (18/01). [ANTARAfoto] |
Hidayat Nur Wahid bersama anggota DPR Dapil Jakarta Pusat dan Selatan meninjau langsung kondisi warga yang wilayahnya tergenang akibat luapan air Kanal Banjir Barat (KBB), dan meminta masyarakat untuk bersabar atas bencana serta saling bahu-membahu mengatasi dampak banjir. Untuk menuju lokasi yang terkurung banjir tersebut, Ketua Fraksi PKS DPR RI ini tak segan nyemplung ke kubangan banjir.
Sejak Lahir, PKS Terbiasa Membuat Posko Bencana
10.02
Unknown
Warga DKI: Mohon Agar PKS Diizinkan Membantu Korban Banjir
10.02
Unknown
Ery Prihartono juga menyesalkan larangan Jokowi, dia menyatakan: "Mau siapa kek nyang nolong, mo pencintraan kek, mo kagak ikhlas kek, ntu mah urusan die ama Tuhan. Nyang penting masyarakat ade nyang nolong, ape yang mereka kerjain ade mangfaatnye buat masyarakat, berkontribusi meringankan korban banjir, begonoh. Bikin aturan kok malah nyusahin, gw warga Jakarta nyang di Bandung cuma bisa ngulurin do'a."
TEMPO: Jokowi Larang Partai Bikin Posko di Lokasi Banjir
Minggu, 25 November 2012 | 10:39 WIB
Jokowi Larang Partai Bikin Posko di Lokasi Banjir
TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak ingin bencana banjir yang sedang dialami beberapa wilayah di DKI Jakarta menjadi ajang kampanye atau promosi. Ia tidak mengizinkan partai politik atau perusahaan tertentu mendirikan posko siaga banjir di lokasi korban banjir.
“Kebijakan Pak Gubernur melarang ada posko partai atau perusahaan di lokasi banjir. Arahan beliau, kalau mau menyumbang, langsung ke kelurahan saja biar satu pintu,“ ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Arfan Arkilie, kepada Tempo, Ahad, 25 November 2012.
Menurut Arfan, Joko Widodo melakukan kebijakan ini sejak pihaknya melakukan paparan kepada Gubernur DKI Jakarta, 6 November 2012 lalu. “Kata Pak Gubernur, ini bukan ajang kampanye atau promosi, tapi buat kemanusiaan,“ katanya. “Enggak boleh lagi ada bendera partai atau logo perusahaan di lokasi banjir.”
Sejak beberapa wilayah di DKI Jakarta terendam banjir, Joko Widodo kerap mengunjungi lokasi-lokasi yang terkena imbas. Dalam minggu ini, misalnya, ia mengunjungi korban banjir di Kompleks IKPN Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Jokowi juga mengunjungi lokasi tanggul jebol di Kampung Makassar, Halim Perdanakusuma, dan Kedoya. Ia memberikan bantuan berupa beras dan uang tunai.
Untuk mengatasi banjir, Jokowi melakukan beberapa program. Di antaranya, normalisasi beberapa kali besar dan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane.
Larangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terhadap Parpol untuk membantu korban banjir Jakarta nampaknya tidak berlaku bagi PDIP yang merupakan partai pendukungnya dalam Pilkada 2012. Sejumlah mobil ambulance milik PDIP nampak mulai terlihat dititik-titik yang berpotensi banjir di Jakarta.
Rabu (16/1) pagi, nampak sebuah ambulance PDIP sudah siap siaga di pingir bantaran sungai wilayah Kalibata Jakarta Selatan, lengkap dengan perlengkapan evakuasi seperti perahu karet. Salah seorang personel kader PDIP terlihat sibuk dengan radio HT ditanganya berkomunikasi dengan tim di titik lain. Ambulance PDIP ini bertuliskan “Mega Bhakti untuk Indonesia” dengan gambar Megawati yang sedang tersenyum.
*http://news.fimadani.com/read/2013/01/16/jokowi-larang-parpol-dirikan-posko-bantuan-banjir-pdip-siagakan-ambulance/









