Selamat Datang di blog DPRa PKS Bendan Duwur, Gajahmungkur, Semarang

Buku Tamu

Sabtu, 19 Januari 2013

Aksi H N W


Ibu-ibu gembira Hidayat ikut masak di Dapur Umum Posko Banjir


JAKARTA - Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid (HNW) menyambangi korban banjir di Jalan Administrasi Negara, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hidayat datang didampingi istrinya, Diana Nur Wahid dan Ketua Komisi B DPRD DKI, Slamet Nurdin.

Di tengah korban banjir, mantan calon gubernur DKI itu menyempatkan diri membuatkan makanan untuk korban banjir yang ada di posko PKS. Dia memmilih menu telur mata sapi untuk mengisi perut korban banjir.

"Gimana Bu, sudah dapat bantuan dari Pemda?," tanya Hidayat kepada salah satu korban banjir di lokasi, Jumat (18/1/2013).

Perempuan yang berbincang dengan HNW lalu mengatakan jika bantuan sudah datang tapi belum mencukupi. "Coba bapak jadi gubernur, kan bisa masak telur buat kita setiap hari," canda seorang warga lainnya.

"Wah kalau saya jadi gubernur, saya masakin rendang bukan telur lagi," balas HNW dengan tersenyum.

Dalam kunjungannya, mantan ketua MPR itu juga membawa berbagai kebutuhan korban banjir seperti popok, air mineral dan mie instan. Dia juga coba melihat langsung kondisi banjir setinggi dada orang dewasa dengan masuk ke dalam gang-gang. (okezone)

dari: pkspiyungan.org

Read more »

Ciri Partai Demokratis


Pengamat: PKS Peduli Banjir Ciri Partai yang Demokratis.. dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat


Banjir dan Kepedulian PKS

Oleh Dwi Purnawan Al-Munir*

Banjir, sebuah musibah yang mungkin sangat dihindari oleh banyak orang di Indonesia ini, seakan sudah menjadi musibah musiman bagi sebagian kota – kota besar di Indonesia. Setiap musim hujan tiba, maka bersamaan dengan itu banjir pun datang, tentunya dengan intensitas masing – masing. Dan di awal tahun 2013 ini, publik kembali di ramaikan kembali dengan berita banjir besar yang melanda berbagai kota – kota besar di tanah air, seperti Semarang dan Jakarta. Bahkan, bisa di bilang banjir untuk edisi kali ini bagi Jakarta menjadi yang terparah dibanding yang sebelumnya. Beberapa data dari media menyebutkan bahwa Banjir di Jakarta ini merupakan yang terparah, sampai – sampai Bundaran HI terlihat seperti kolam susu coklat raksasa, atau kompleks Istana Negara yang kebanjiran, sehingga hal tersebut membuat Pak presiden sampai menunda pertemuannya dengan Tamu dari Argentina.

Well, membincangkan tentang Banjir di Jakarta, memang menjadi satu hal yang bisa  dibilang hukum sebab akibat. Banyak faktor tentunya yang menyebabkan banjir di Jakarta ini terkesan sebagai sebuah peristiwa yang pasti terjadi dimasa tertentu dan tidak pernah mendapatkan sebuah penanganan brilian. Bahkan kata yang paling ekstrim untuk menggambarkan banjir di Jakarta adalah sebuah kiamat kecil yang terus terjadi berulang  – ulang di Ibukota Negara ini.

Banyak hal yang sudah di upayakan untuk menangani kasus banjir yang terjadi ini, akan tetapi sepertinya usaha – usaha tersebut jauh panggang dari api, sangat sulit, sehingga tiap ada kampanye pemilihan Gubernur DKI, permasalahan yang di pertanyakan kepada calon Gubernur adalah, bagaimana cara menangani masalah banjir Jakarta.

Saya sih sangat menggantungkan harapan kepada Pak Jokowi dan Basuki, yang menjadi pilihan masyarakat Jakarta mengemban amanah Gubernur, mampu menyelesaikan permasalahan pelik satu ini, Banjir Jakarta. Kalaupun belum terlihat pekan – pekan ini, minimal di tahun 2013 ini, Jokowi dan Basuki benar – benar berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan banjir ini sampai ke akar – akarnya, agar masyarakat yang mempercayai beliau berdua benar – benar tidak salah memilih pemimpin.

Namun sebenarnya saya tidak akan menguraikan lebih banyak tentang strategi penanganan Banjir Jakarta, atau tentang kronologi terjadinya banjir di Ibukota Indonesia ini, saya hanya ingin menyalurkan satu pendapat, yang diambil dari sebuah sintesa yang mendalam tentang satu kelompok yang disaat orang – orang berdebat soal banjir, atau masyarakat media lebih banyak berdiskusi sampai berbusa tentang menangani banjir, kelompok ini lebih dahulu melakukan langkah cepat tanggap membantu mengatasi masalah banjir. Meskipun dengan kesederhanaan dan keterbatasan yang di miliki, kelompok kecil yang tahun 2009 lalu hanya mendapatkan sekitar 8 % dukungan dari masyarakat Indonesia ini selalu konsisten dan terdepan dalam hal kepedulian kepada masyarakat, terkhusus menangani Banjir.

Kelompok ini kalau saya boleh bilang adalah Partai keadilan Sejahtera (PKS). Ya, Partai yang boleh di bilang paling banyak di bully oleh banyak kalangan, entah itu media massa, entah itu para politikus, mulai dari isu wahabi, isu tidak mau tahlilan, isu dunia internasional, yang  disaat Palestina di serang, banyak Kalangan justru mencibir kenapa PKS lebih mementingkan dunia internasional, dan terpaan isu lainnya, kini justru menjadi kelompok terdepan yang membantu mengatasi satu permasalahan besar Ibukota Negara, masalah banjir.

Tidak peduli dalam Pemilu 2009 lalu PKS di Jakarta kalah, atau dalam Pilgub lalu Jagoan PKS juga kalah, tetap tak menyurutkan kontribusi PKS mengatasi masalah Banjir. Jadi kalo bisa diibaratkan, mungkin semboyan PKS adalah, ada atau tidak adanya Pilgub, ada atau tidak adanya Pemilu, PKS akan selalu terdepat membantu rakyat. Bukankah ini menjadi satu ekspresi rasa nasionalisme yang sangat tinggi bagi sebuah Partai politik?

Coba, kalau teman – teman tidak percaya, lihat saja di berbagai situs pemberitaan PKS, seperti PKS Jakarta, PKS Jawa Tengah, atau yang lainnya, seperti web metrotvnews, banyak hal yang menguatkan bahwa PKS adalah Partai yang paling peduli terhadap masalah kerakyatan, salah satunya adalah banjir. Hal – hal kecil yang mungkin diluar nalar para pengamat politik, para pelaku politik, bahkan para pejabat public adalah, disaat mereka masih sibuk berdiskusi dan berdebat soal penanganan banjir, kader – kader PKS yang notabene masih muda – muda ini masuk ke gang – gang sempit, menyalurkan bantuan berupa nasi bungkus kepada warga yang terkena korban banjir. Atau para ibu – ibunya, dengan peralatan yang sederhana, membuat dapur darurat untuk memasak ala kadarnya untuk para korban banjir.

Yang lebih mengharukan lagi adalah kisah saat banjir di Semarang, belum lama ini, dimana ketika para kader PKS sebenarnya sudah sangat ingin membantu korban banjir dari segi logistik, namun apa daya kas Partainya tinggal sedikit dan tidak memungkinkan bagi mereka untuk menggunakan uang tersebut. Akhirnya merekapun melakukan saweran, patungan sebisanya untuk membelikan nasi bungkus, mie instan, dan makanan cepat saji lainnya, agar bisa berkontribusi membantu warga korban banjir yang membutuhkan pertolongan logistik.

Cerita di dua paragraf terakhir inilah yang mungkin sesuai dengan apa yang dimaksud oleh Dahlan Iskan, salah satu figur nasional kita, bahwa sudah banyak orang dan lembaga yang pinter ngomong di Indonesia, sehingga yang kita butuhkan sekarang adalah kerja dan kerja untuk Indonesia. Nah, oleh karena itu, PKS bisa dikategorikan lembaga yang demikian, selalu bekerja untuk Indonesia, sesuai jargon Partai ini.

PKS dalam sisi ini sudah mengaplikasikan konsep demokrasi yang sebenanrnya di negeri ini, yakni dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Di saat yang lainnya masih ngomong soal demokrasi dan nasionalisme hanya sebatas retorika bibir belaka, PKS telah selangkah lebih maju dalam menginternalisasikan konsep demokrasi dan nasionalisme untuk Indonesia. Demokrasi bagi PKS selain mengikuti secara struktural proses demokrasi formal dengan ikut Pemilu, berpartai politik, juga sekaligus secara kultural mengaplikasikan konsep demokrasi itu secara langsung dengan peduli dengan masyarakat. Coba perhatikan, selain mereka selalu konsisten membantu bencana di Indonesia, dari Banjir, Tsunami, gempa bumi, Gunung merapi, lihat saja tiap ada event tertentu, PKS ini selalu mengadapak kegiatan Pasar Murah, bazaar, atau sejenisnya.

Saya menyebut PKS ini adalah Partai yang unik, bukan hanya sekedar Partai, melainkan sebuah gerakan kultural yang mencoba mendudukkan makna demokrasi dan nasionalisme di Indonesia itu pada tempat yang sesungguhnya. Saya berharap sampai kapanpun, PKS tetap peduli kepada masyarakat.[]

*Penulis adalah penulis buku Pacitan The Heaven Of Indonesia 
dari:pkspiyungan.org
Read more »

Aksi H N W


Hidayat Terjang Banjir Terjun Langsung Kirim Bantuan


Ketua F-PKS Hidayat Nur Wahid menerobos banjir untuk memberikan bantuan
kepada warga korban banjir di Petamburan, Jakarta, (18/01). [ANTARAfoto]

JAKARTA - Banjir yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan Jakarta lumpuh dan banyak warga menjadi korban. Kini saatnya seluruh elemen masyarakat bersatu untuk mengatasi dampak banjir dan membantu sesama warga yang menjadi korban.

Demikian diserukan Ketua Bidang Kebijakan Publik (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid, kala menyampaikan bantuan bagi korban banjir di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat (18/1) siang.

Hidayat Nur Wahid bersama anggota DPR Dapil Jakarta Pusat dan Selatan meninjau langsung kondisi warga yang wilayahnya tergenang akibat luapan air Kanal Banjir Barat (KBB), dan meminta masyarakat untuk bersabar atas bencana serta saling bahu-membahu mengatasi dampak banjir. Untuk menuju lokasi yang terkurung banjir tersebut, Ketua Fraksi PKS DPR RI ini tak segan nyemplung ke kubangan banjir.

Dalam kesempatan tersebut Hidayat menyerahkan 2 buah genset, selimut, obat-obatan dan makanan siap saji serta kebutuhan khusus untuk anak dan perempuan. Menurut data Posko Penanggulangan Banjir PKS DKI Jakarta, korban dampak banjir di kawasan Petamburan mencapai lebih dari 6 ribu warga.

"Tidak mungkin semua diselesaikan oleh pemerintah, oleh karena itu seluruh elemen sudah semestinya turun membantu agar tidak ada dampak ikutan pasca banjir," ujar Hidayat yang menerobos lokasi banjir setinggi dada orang dewasa tersebut dengan berjalan kaki dan menggunakan pelampung.

Ia pun berharap, stigmatisasi terhadap pihak-pihak pemberi bantuan hanya sebagai bentuk pencitraan semata, dibuang jauh-jauh.

"Sejak dulu, LSM, parpol, media dan kalangan usahawan sudah terbiasa untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana, jadi jangan ragu lagi untuk membantu korban," tegasnya lagi.

Menurut Hidayat, jauh lebih baik jika seluruh elemen turun mengatasi dampak banjir, ketimbang berprasangka dan memberi stigma buruk.

Sohibul Iman, Wakil Ketua FPKS DPR RI yang juga turut bersama rombongan menyebutkan, struktur PKS DKI Jakarta memandang perlunya antisipasi atas dampak banjir yang memburuk, dengan mendirikan 72 Posko Penanggulangan Banjir di 5 wilayah DKI.

"Kami sudah salurkan bantuan dalam tahap rescue berupa upaya evakuasi korban, nasi bungkus, makanan instan, susu dan biskuit untuk anak-anak, air mineral, obat-obatan sekaligus  400 tenaga medisnya," tutur Sohibul Iman. [berita99]

dari: pkspiyungan.org

Read more »

Sejak Lahir, PKS Terbiasa Membuat Posko Bencana




Sejak berdiri, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat terbiasa peduli terhadap masyarakat. Kepedulian PKS terutama dilakukan kepada masyarakat kurang mampu dan korban bencana di seluruh Indonesia. Kepedulian ini ditunjukkan dengan menyelenggarakan baksos, pengobatan gratis, membagikan sembako, membuat posko dan lain-lain.

“Dan patut dicatat, kepedulian dan pembuatan posko bantuan oleh PKS bukanlah dalam rangka kampanye,” kata Ketua Departemen Advokasi Buruh Tani Nelayan DPP PKS, Indra sepeti dalam rilisnya, Jumat (18/1/2013).

Dalam posko bencana yang didirikan PKS dan pelayanan yang diberikan PKS, tidak ada kegiatan penyampaian visi, misi dan program kerja seperti yang diatur dalam Pasal 1 UU Pemilu Legislatif.

Dengan demikan sangat jelas bahwa posko bantuan untuk korban banjir dan bencana alam lainnya di seluruh Indonesia tidak melanggar hukum. [lensaindonesia.com]

dari: pkspiyungan.org

Read more »

Warga DKI: Mohon Agar PKS Diizinkan Membantu Korban Banjir




JAKARTA - Respon dari larangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang melarang partai politik membantu korban banjir dengan menggunakan atribut mulai berdatangan. Sebagian besar warga DKI Jakarta menganggap lucu kebijakan ini.

Bapak Muhammad warga Setiabudi Jakarta Selatan menganggap konyol dan lucu kebijakan Jokowi ini. Masa orang mau membantu dilarang. "Kalau alasannya dianggap kampanye, menurut saya sah-sah saja. Biarlah masyarakat yang menilai," ujarnya.

"Memangnya Pa Jokowi tahu hati orang yang membantu yah," tambahnya sambil bergeleng-geleng kepala.

Imbas dari larangan Jokowi ini, warga yang terkena banjir di wilayah Kampung Melayu misalnya, saat ini terkatung-katung dan sangat memprihatinkan. Berbeda sekali dengan sebelum ada kebijakan larangan Pa Jokowi ini.

Bantuan yang diharapkan dari Pemda DKI Jakarta pun sangat lambat datangnya, berbeda sekali kalau kawan-kawan parpol melakukan bantuan, mereka sangat sigap dan cepat melakukan evakuasi korban Banjir. Seperti PKS, dalam setiap banjir Parpol Islam ini sangat terdepan dalam memberikan bantuanya.

Diakhir obrolan, Pak Muhamad berpesan ke Jokowi agar larangan ini di cabut dan jangan korbankan rakyat. "Biarlah semua parpol maupun CSR Perusahaan berlomba-lomba dalam kebaikan membantu korban Banjir. Khusunya buat PKS, kami selaku warga DKI Jakarta sangat memohon agar PKS diperbolehkan membantu kami," tutupnya. 

Senada dengan Pak Muhammad, Rendy Ariestiadi menimpali: "Dengan bendera itu perlu untuk identitas. Banyak lembaga yang jadi penyalur bantuan diragukan kredibilitasnya, gak disalurin ee malah masuk gudang sendiri. Makanya orang jadi males untuk nyumbang dengan adanya seperti itu. Tapi dengan adanya identitas orang yang mau menyalurkan bisa milih mana yang amanah mana yang tidak. Kalo lewat kelurahan, ada yang menjamin mereka ga korupsi? lah buat KTP aja kadang diribet-ribetin, apalagi ngurusin banjir!!"

Ery Prihartono juga menyesalkan larangan Jokowi, dia menyatakan: "Mau siapa kek nyang nolong, mo pencintraan kek, mo kagak ikhlas kek, ntu mah urusan die ama Tuhan. Nyang penting masyarakat ade nyang nolong, ape yang mereka kerjain ade mangfaatnye buat masyarakat, berkontribusi meringankan korban banjir, begonoh. Bikin aturan kok malah nyusahin, gw warga Jakarta nyang di Bandung cuma bisa ngulurin do'a."

***


Mengabaikan larangan gubernur, PKS tetap menerjunkan kader-kadernya untuk membantu korban banjir Jakarta. Foto: (16/1) dengan gagah berani kader2 PKS Kedoya Utara menerjang banjir, bagikan nasi bungkus untuk warga.

***

TEMPO: Jokowi Larang Partai Bikin Posko di Lokasi Banjir  

Minggu, 25 November 2012 | 10:39 WIB
Jokowi Larang Partai Bikin Posko di Lokasi Banjir  

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak ingin bencana banjir yang sedang dialami beberapa wilayah di DKI Jakarta menjadi ajang kampanye atau promosi. Ia tidak mengizinkan partai politik atau perusahaan tertentu mendirikan posko siaga banjir di lokasi korban banjir.

“Kebijakan Pak Gubernur melarang ada posko partai atau perusahaan di lokasi banjir. Arahan beliau, kalau mau menyumbang, langsung ke kelurahan saja biar satu pintu,“ ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Arfan Arkilie, kepada Tempo, Ahad, 25 November 2012.

Menurut Arfan, Joko Widodo melakukan kebijakan ini sejak pihaknya melakukan paparan kepada Gubernur DKI Jakarta, 6 November 2012 lalu. “Kata Pak Gubernur, ini bukan ajang kampanye atau promosi, tapi buat kemanusiaan,“ katanya. “Enggak boleh lagi ada bendera partai atau logo perusahaan di lokasi banjir.”

Sejak beberapa wilayah di DKI Jakarta terendam banjir, Joko Widodo kerap mengunjungi lokasi-lokasi yang terkena imbas. Dalam minggu ini, misalnya, ia mengunjungi korban banjir di Kompleks IKPN Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Jokowi juga mengunjungi lokasi tanggul jebol di Kampung Makassar, Halim Perdanakusuma, dan Kedoya. Ia memberikan bantuan berupa beras dan uang tunai.

Untuk mengatasi banjir, Jokowi melakukan beberapa program. Di antaranya, normalisasi beberapa kali besar dan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane.




"Jokowi Larang Parpol Dirikan Posko Bantuan Banjir, PDIP Siagakan Ambulance"

Larangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terhadap Parpol untuk membantu korban banjir Jakarta nampaknya tidak berlaku bagi PDIP yang merupakan partai pendukungnya dalam Pilkada 2012. Sejumlah mobil ambulance milik PDIP nampak mulai terlihat dititik-titik yang berpotensi banjir di Jakarta.

Rabu (16/1) pagi, nampak sebuah ambulance PDIP sudah siap siaga di pingir bantaran sungai wilayah Kalibata Jakarta Selatan, lengkap dengan perlengkapan evakuasi seperti perahu karet. Salah seorang personel kader PDIP terlihat sibuk dengan radio HT ditanganya berkomunikasi dengan tim di titik lain. Ambulance PDIP ini bertuliskan “Mega Bhakti untuk Indonesia” dengan gambar Megawati yang sedang tersenyum.

*http://news.fimadani.com/read/2013/01/16/jokowi-larang-parpol-dirikan-posko-bantuan-banjir-pdip-siagakan-ambulance/
dari:pkspiyungan.org
Read more »

 

PKS TV

BEKERJA UNTUK INDONESIA

BEKERJA UNTUK INDONESIA

Dikelola oleh Pengurus DPRa PKS Bendan Duwur Semarang

Slide Gallery