Selamat Datang di blog DPRa PKS Bendan Duwur, Gajahmungkur, Semarang

Buku Tamu

Sabtu, 02 Februari 2013

Peran Sabar dalam Kehidupan

Manusia dalam kehidupannya senantiasa dihadapkan pada berbagai kesulitan dan bencana. Semua itu memerlukan ketegaran dan kekuatan. Jika tidak, manusia akan terseret arus lalu lenyap.
Sesungguhnya dunia adalah tempat ujian dan beramal. Sedangkan akhirat tempat pertanggung-jawaban dan hisab. Dan selama manusia  masih hidup di dunia maka tidak akan pernah luput dari ujian dan cobaan hidup sebagai sarana untuk membuktikan kebenaran iman seorang hamba Allah. Maka sungguh aneh orang yang ketika mendapat musibah dan kesulitan hidup lalu menggerutu, mencaci sana-sini, bahkan ingin mengakhiri hidupnya. Tidak sadarkah bahwa ia masih di dunia? Sedangkan dunia merupakan tempat ujian dan beramal.
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
"Dzat Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Al-Mulk: 2)
Dan selama manusia  masih hidup di dunia maka tidak akan pernah luput dari ujian dan cobaan hidup sebagai sarana untuk membuktikan kebenaran iman seorang hamba Allah.
Ujian Bagian Dari Sunnatullah
Allah Ta'ala berfirman:
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. Al-Ankabut: 2)
Allah mengabarkan tentang hikmah (kebijaksanaan)-Nya yang sempurna, bahwa Dia tidak akan membiarkan begitu saja orang yang mengatakan "aku seorang mukmin" dan mengaku dirinya telah menyandang predikat iman, tanpa ditimpa fitnah dan ujian yang akan menggoda imannya. Kalau seandainya seperti itu, maka tidak ada bedanya antara orang-orang yang benar dalam beriman dan yang berdusta, yang mukmin sejati dan munafik, yang pengecut dan pemberani.
Tetapi sunnah (ketetapan) Allah yang sudah berlaku bagi umat-umat terdahulu dan masih tetap berlaku bagi umat ini bahwa Allah akan menimpakan kepada mereka ujian-ujian berupa kesenangan maupun kesusahan, kesulitan maupun kemudahan, kekayaan maupun kemiskinan.
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
"Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS. Al-Anbiyaa': 35)
. . . bahwa Allah akan menimpakan kepada mereka ujian-ujian berupa kesenangan maupun kesusahan, kesulitan maupun kemudahan, kekayaan maupun kemiskinan.
Hikmah dari semua itu untuk supaya Allah mengetahui (dan Allah Maha tahu sesuatu yang telah terjadi, sedang terjadi, dan yang akan terjadi) siapa di antara mereka yang beriman dan menghambakan diri kepada Allah semata dalam semua kondisi itu?
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
"Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (QS. Al-Ankabut: 3)
Ada sebagian manusia ketika mendapat kesenangan, kemudahan dan kekayaan menjadi orang shalih, tapi ketika terjepit dalam kesedihan, kesulitan, dan kemiskinan menjadi orang yang ingkar. "Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi (keraguan). Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang (ingkar kepada Allah). Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (QS. Al-Hajj: 11)
Dan ada pula yang sebaliknya. "Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan dan di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan  gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung, maka mereka berdo'a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta'atan kepada-Nya semata-mata: "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur". Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa  yang benar." (QS. Yunus: 22-23)
Adapun orang yang benar dalam beriman ia akan senantiasa bertakwa kepada Allah dan menghambakan diri kepada-Nya dalam kondisi apapun. Bila ia mendapat kesenangan, kemudahan, dan kekayaan ia bersyukur. Namun jika ditimpa kesulitan, kesusahan, dan kemiskinan ia bersabar.
Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sungguh seluruh urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. Jika ditimpa kesenangan ia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka hal itu juga baik baginya." (HR. Muslim dari Shuhaib ar-Rumi)
 . . . orang yang benar dalam beriman ia akan senantiasa bertakwa kepada Allah dan menghambakan diri kepada-Nya dalam kondisi apapun.
Keterpurukan Umat Islam Ujian Bagi Mereka 
Bahkan dominasi kafir atas umat Islam merupakan bagian dari ujian Allah. Serangan musuh-musuh atas mereka dengan lisan, tulisan, informasi, sampai invasi militer, baik dilakukan dengan tangan-tangan kafir musyrik secara langsung maupun melalui tangan-tangan antek-antek mereka dari kalangan thaghuut, merupakan bagian ujian keimanan bagi mereka. Siapakah yang tetap istiqamah dalam kondisi fitnah ini? Dan siapakah yang berpaling dan menjual keimanannya kepada orang-orang kafir untuk mendapatkan dunia? Siapa yang benar-benar membela Allah dan siapa yang takut kepada musuh-musuhNya?
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
"Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. Al-Hadid: 25)
Padahal Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa. Tidak ada sesuatu yang melemahkan dan mengalahkanNya. Apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan pernah terjadi. Dia Maha Kuasa untuk mengalahkan musuh-musuh-Nya. Tetapi Dia menguji para waliNya dengan musuh-musuhNya supaya nampak jelas siapa yang mau menolong Allah dan rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Lalu Dia akan menolong siapa yang menolong-Nya dan meneguhkan langkahnya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
"Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad: 7)
Lalu "Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu, maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal." (QS. Ali Imran: 160)
Tetapi Dia menguji para waliNya dengan musuh-musuhNya supaya nampak jelas siapa yang mau menolong Allah dan rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya.
Lalu Dia akan menolong siapa yang menolong-Nya dan meneguhkan langkahnya.
Kesabaran Bagi Seorang Mukmin
Seorang muslim dalam kehidupannya banyak memerlukan kesabaran. Ia senantiasa berada dalam kebaikan selama ia mampu menjaga kesabarannya. Ketaatan membutuhkan kesabaran. Meninggalkan maksiat juga membutuhkan kesabaran. Apalagi dalam menghadapi musibah, sangat dibutuhkan kesabaran. Karenanya, kesabaran adalah kekuatan yang tiada bandingnya. Cahaya yang senantiasa meyinari pemiliknya dan senantiasa menuntun kepada al-haq dan kebenaran. Wajarlah jika seorang muslim yang sabar banyak mendapat pujian dari Allah dan derajat yang tinggi di sisi-Nya.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ  أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji'uun" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami akan kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah: 155-157)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)
Keutamaan Sabar
Iman terbagi menjadi dua bagian; setengahnya sabar dan sisanya adalah syukur. Barangsiapa yang mengharapkan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat hendaknya tidak menyepelekan dua hal ini.
Imam Ahmad menyebutkan bahwa kata sabar disebutkan oleh Allah pada 90 tempat dalam Al-Qur'an yang diikuti dengan keterangan-keterangan tentang berbagai kemuliaan dan derajat yang tinggi, serta menjadikan kemuliaan dan derajat yang tinggi ini sebagai buahnya. Di antaranya:
1. Allah telah memuji orang-orang yang sabar dan mejanjikan bagi mereka pahala yang tidak terputus.
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar: 10)
2. Allah senantiasa menyertai mereka dengan hidayah, pertolongan, dan kemenangan yang dekat.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)
3. Allah mencintai mereka.
وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
"Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar." (QS. Ali Imran: 146)
4. Allah menjadikan syarat kepemimpinan dalam dien ada pada sabar dan yakin.
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآَيَاتِنَا يُوقِنُونَ
"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami." (QS. As-Sajdah: 24)
5. Dengan sabar dan takwa musuh tidak akan mampu mengalahkan umat Islam sekuat apapun mereka. Sedangkan tipu daya mereka tidak lah beguna atas orang-orang yang penyabar.
وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ
"Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan." (QS. Ali Imran: 120)
"Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan." (QS. Ali Imran: 186), dan keutamaan-keutamaan yang lainnya.
(PurWD/voa-islam.com)
Read more »

Kesulitan Pasti Mendatangkan yang Lebih Baik

Yakinlah!

Hidup memang medan ujian. Setiap kita pasti mengalami kondisi buruk dan sempit sebagai bagian dari kehidupan. Tapi ujian kesempitan itu tidak berarti sebagai beban, hukuman atau kesulitan yang tak mempunyai arti di sisi Allah swt. Ujian yang di alami setiap hamba Allah swt, sebenarnya salah satu bentuk kebaikan Allah swt. Korelasi ujian dan kebaikan Allah swt itu jelas dipaparkan Rasulullah saw, “Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan pada dirinya maka Dia menimpakan cobaan kepadanya.” (HR Bukhari)
Berikut adalah beberapa alasan agar kita yakin setiap kesulitan pasti beriring kemudahan. Dan setiap kesempitan pasti mendatangkan yang lebih baik.
1. Lebih baik karena bisa mendatangkan lipatan pahala.
Musibah, ujian dan kesulitan dalam hidup ini sebenarnya syarat agar kita bisa meraih sesuatu yang lebih baik, antara lain mendapatkan lipatan pahala dari Allah swt. Berbeda dengan kenikmatan, kesempitan adalah sesuatu yang tidak disukai hawa nafsu. Berat rasanya saat menghadapi kondisi musibah dengan kerugian yang tak mungkin dilukiskan. Tapi jika seseorang mampu bersabar menghadapi kesulitan dengan melawan kehendak hawa nafsunya, berarti dia mampu menahan diri dalam kondisi sulit, maka Allah awt akan mengganjarnya dengan surga. Sesungguhnya surga hanya bisa di raih dengan sesuatu yang tidak disukai hawa nafsu manusia. Rasulullah saw bersabda, “Surga itu dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai (oleh hawa nafsu) dan sedangkan neraka itu dikelilingi dengan hal-hal yang disukai hawa nafsu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Surga itu dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai (oleh hawa nafsu) dan sedangkan neraka itu dikelilingi dengan hal-hal yang disukai hawa nafsu.(HR. Bukhari dan Muslim)
Kesabaran dan keridhaan kita menerima musibah adalah kunci untuk membuka pintu surga, dan tidak ada baladan bagi orang yang bersabar dan ridha menerima takdir Allah melainkan surga. Allah swt berfirman dalam hadits Qudsi, “Tiada suatu balasan yang lebih pantas di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman, jika Aku telah mencabut nyawa seseorang yang disayangi-nya dari penghuni dunia ini kemudian dia bersabar atas hal itu melainkan surga.” (HR. Bukhari)
Saat kita dilanda musibah apapun bentuknya, ketika kita terbaring sakit, merasakan kesempitan hidup, terluka, terdzalimi, kehilangan orang yang dikasihi, ingatlah bahwa Allah swt sedang menganugerahkan bentuk cinta-Nya kepada kita. Renungkanlah hadits Rasululullah saw, “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung seberapa beratnya ujian, Dan sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum, maka Dia menguji mereka, barangsiapa yang ridha (menerima cobaan dan ujian itu), maka dia mendapatkan keridhaan, dan barangsiapa yang murka (tidak ridha menerima cobaan dan ujian itu), maka dia mendapat kemurkaan.” (HR. At Tirmizi)
2. Lebih baik karena bisa menghapuskan dosa.
Kesempitan, rasa sakit secuil apapun bagi seorang Mukmin pasti memberi efek kebaikan pada dirinya. Rasulullah saw menyebutkan, bahwa semua rasa sakit yang dialami seorang Muslim bisa menaikkan derajat orang tersebut di sisi Allah swt, dan menghapuskan kesalahan orang tersebut. Perhatikanlah sabdanya, “Tiadalah seorang Muslim tertusuk duri atau yang lebih dari sekedar itu, melainkan ditetapkan baginya karena hal itu satu derajat dan menghapus pula satu kesalahan karena hal itu.” (HR. Muslim)
Lihatlah sabda Rasulullah saw lain, yang menyebutkan, “Bencana selalu menimpa seorang Mukmin dan Mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga dia bertemu dengan Allah, dalam keadaan tidak memiliki kesalahan.” (HR. At Tirmizi, Ahmad dan Al Hakim). Rasulullah saw juga bersabda, “Tiada seorang mukmin yang mengalami kesusahan terus menerus, kepayahan, penyakit dan juga kesedihan, bahkan sampai kepada kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan hal itu dosa-dosanya.” (HR Muslim)
Tiada seorang mukmin yang mengalami kesusahan terus menerus, kepayahan, penyakit dan juga kesedihan, bahkan sampai kepada kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan hal itu dosa-dosanya.(HR Muslim)
Bahkan boleh jadi kita dalam catatan takdir termasuk orang yang mempunyai kedudukan yang tinggi dan mulia di sisi Allah swt, dan kita tidak mungkin bisa mencapai derajat mulia dan tinggi itu kecuali setelah kita mendapatkan kesulitan dan kesempitan. Kita juga tidak bisa mengandalkan amal ibadah yang dilakukan untuk bisa mendapatkan posisi terhormat di sisi Allah, karena ibadah yang selama ini kita lakukan tidak lah cukup untuk membawa kita pada kedudukan mulia itu. Lalu, Allah swt memberikan ujian, cobaan berupa kesempitan dan kesulitan yang bisa mengantarkan kita pada keridhaan Allah swt.
Terkadang, ujian itu juga datang melalui beragam tantangan dan pengorbanan yang kita lakukan di jalan Allah swt, yang tidak habis-habis. Lalu kita bersabar dan tetap berprasangka baik kepada Allah swt, dan hal itulah yang menyebabkan kita mendapat kedudukan tinggi di sisi Allah swt. Perhatikanlah baik-baik keterangan terkait hal ini dari hadits yang disampaikan Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seseorang benar-benar memiliki kedudukan di sisi Allah, namun tiada suatu amal apapun yang bisa menghantarkannya ke kedudukan tersebut, maka Allah memberikan cobaan kepadanya secara silih berganti dengan sesuatu yang tidak dia sukai, sehingga Allah mengantarkannya untuk sampai kepada kedudukan tersebut.” (HR. Abu Ya’la, Ibnu Hibban Al-Hakim)
3. Lebih baik karena bisa menambah keimanan, ketundukan dan kepasrahan pada Allah.
Al-Qur’an menyebutkan manusia mempunyai karakter zaluumun kaffar, yakni zalim dan kufur terhadap nikmatbAllah swt. Banyak di antara kita yang lupa menjalani  kewajiban bersyukur kepada Allah swt, meski telah diberikan guyuran kenikmatan yang banyak. Malah justru yang sering dirasakan manusia adalah, menganggap diri sendiri selaku orang yang paling berat masalahnya, paling berat beban hidupnya, paling sulit kondisinya. Kita kerap merasakan mendapat musibah, kesulitan, ujian yang sungguh berat, tapi melupakan ragam kenikmatan, kemudahan, dan kemurahan Allah swt yang sangat jauh lebih banyak. Dan kenikmatan, kemudahan serta kemurahan itu bisa dirasakan ketika kondisi sudah berubah menjadi sebaliknya.
Kenikmatan dan kemudahan sering memancing diri untuk bersikap sombong, angkuh, bangga dan ujub lantaran seseorang merasa ia bisa melakukan apa saja yang diinginkan. Namun dengan adanya musibah dan ujian yang Allah swt berikan, maka penyakit-penyakit hati seperti itu bisa sirna, lalu jiwa menjadi bersih karena rahmat dan karunia Allah. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Hati dan ruh bisa mengambil pelajaran yang bermanfaat dari penderitaan dan penyakit, kebersihan hati dan ruh itu tergantung sejauh mana penderitaan jasmani dan kesulitannya.” Lebih lanjut ia mengatakan, “Kalau bukan karena cobaan dan musibah di dunia ini, niscaya manusia terkena penyakit hati seperti: al kibr (kesombongan), al ujub (bangga diri), dan al qaswah (keras hati). Padahal sifat-sifat itulah uang menyebabkan kehancuran bagi seseorang di dunia dan di akhirat. Di antara rahmat Allah, kadang-kadang manusia tertimpa musibah, shingga dirinya terlindungi dari berbagai penyakit hati dan terjaga kemurnian ubudiyyahnya (kepada Allah). Mahasuci Allah yang merahmati manusia dengan musibah dan ujian.” (Tuhfatul Mariidh/25)
Maka, harusnya kesulitan dan musibah mendorong kita lebih merasakan kekerdilan di hadapan Allah swt. Ketika itulah kita lebih mendalami makna ketundukan, kepasrahan dan ketawakkalan kepada Allah swt. Terbitlah kembali sinar keimanan dalam diri kepada Allah swt. Hangatlah  jiwa dengan kedekatan kepada Allah swt. Jika itu terjadi, sesungguhnya ketika itulah rahmat Allah swt turun kepada orang tersebut. Allah berfirman : “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami timpa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan, supaya merka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk dan merendahkan diri.” (QS. Al-An’am:42)
Majalah Tarbawi, 9 November 2007

dari:www.voa-islam.com
Read more »

PKS Ujian, Insya Alloh Naik Kelas

Kalau mau jujur, sepanjang usia PKS ikut di kancah politik pada 1999 sudah lima kali mendapat fitnah besar. Namun tak satupun fitnah besar itu diiringi bukti, kecuali hanya upaya membangun citra negatif.

Hasilnya, ranking PKS terus melesat dari peringkat 16 pada 1999, naik ke ranking ke-7 pada 2004 dan melesat ke ranking ke-4 pada 2009. Artinya, fitnah yang gencar dilakukan orang-orang yang tak suka partai Islam berjaya berbanding terbalik dengan naiknya dukungan terhadap partai Islam ini.

Pertama,

pada tahun 2000 Hidayat Nur Wahid (HNW) lewat Yayasan Haramainnya sempat dituding teroris, karena dikaitkan dengan Al Qaeda. Bahkan Dubes AS waktu itu Lin Pasque mengonfirmasi langsung, tapi semua tak terbukti.

Karena Yayasan Haramain HNW tak ada hubungan dengan gerakan Al Haramain di Saudi yang memang terkait dengan Al Qaeda. Malahan Lin Pasque mengapresiasi HNW dan PKS.

Kedua,

Soeripto saat jadi Sekjen Dephut dituding melakukan mark up pembelian helikopter untuk mengatasi kebakaran hutan.

Setelah melewati sidang yang lama dan melelahkan, hasilnya tidak terbukti dan bebas murni.

Ketiga,

Wakil Bupati Bogor Ahmad Ru’yat dituding menggunakan dana APBD. Diproses sidang sebagai terdakwa, bahkan sempat disel, ternyata di pengadilan keluar putusan inkrah bebas murni.

Keempat,

Akhmad Misbakhun dituding Andi Arief melakukan ekspor fiktif lewat LC fiktif. Setelah jadi terdakwa, dipenjara, proses hukum tertinggi, MA, mengetuk palu bebas murni.

Kelima,

Tamsil Linrung dan Anis Matta ditengarai sebagai bandit anggaran. Proses hukum ternyata hanya memenjara Waode Nurhayati dari PAN yang acting maling teriak maling.

Dari kelima fitnah besar yang disetting dan diatur sedemikian rupa bukannya menjatuhkan dukungan terhadap PKS, sebagaimana mimpi dan mantra-mantra pengamat politik Burhanuddin Muhtadi, malah meningkatkan elektabilitas PKS. Tahun 2014 target PKS naik kelas dari ranking 4 ke ranking 3. Insya Allah…

Adapun isu suap yang menimpa Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq(LHI) buat kader hanyalah guyonan belaka. Seorang ustad dituding ‘akan’ menerima suap plus ada ABG mahasiwi pula, sebuah fitnah yang tak masuk akal.

Masih segar dalam ingatan ketika Ketua umum PAN Amien Rais difitnah menghamili Zarima saat nyapres. Tentu fitnah itu tak akan terbukti, tapi itu perlu dipublikasi untuk menurunkan elektabilitas beliau ketika nyapres.

Karena itu, langkah KPK menetapkan LHI sebagai tersangka hanyalah acting jelang Pemilu 2014. Maklum, hasil review ICW terakhir menyebutkan, hanya kader PKS dan Hanura yang tak terlibat korupsi.

Jadi ini bukan yang pertama Presiden PKS difitnah. Saat HNW jadi Presiden PKS sudah difitnah terlibat teroris.

Kelima isu pertama sudah nyata-nyata tak terbukti, bahkan ada yang lewat pengadilan dan berujung bebas murni. Apa saja fitnah-fitnah besar itu?
 
dari: pkspringsewu.org
Read more »

Anis Matta Ajak Seluruh Kader PKS Taubat Nasional


Baginya ada tiga hal penting yang Anis meminta seluruh kader memohon bantuan kepada Allah.
Baginya ada tiga hal penting yang Anis meminta seluruh kader memohon bantuan kepada Allah.
JAKARTA (spiritislam.net) Usai menerima amanah menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq, Anis Matta memberikan pernyataan. Dalam statemen nya, ia mengatakan, langkah pertama yang dilakukan PKS adalah mengajak pengurus dan semua kader PKS untuk melakukan tobat nasional.
“Agenda pertama kita adalah melakukan tobat nasional kepada seluruh kader. Hal pertama yang dilakukan adalah mengucapkan istighfar seperti layaknya kita ucapkan selesai shalat,” tegas Anis Matta dalam konferensi pers di kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatannya, Jum’at (01/02/2013).
Baginya ada tiga hal penting yang harus dilakukan seluruh kader PKS. Pertama adalah memohon bantuan kepada Allah. Kedua menghadapi semua dalam kebersamaan dan ketiga adalah bekerja keras melayani umat.
“Tidak ada lagi waktu tidur bagi kita sejak hari ini,” teriaknya dengan nada berapi-api.
Anis Matta berharap agar kader PKS dan simpatisannya tidak berputus asa. Menurutnya dengan yakin pada Allah, maka cobaan dan musibah yang sekarang dihadapi PKS bisa menjadi rahmat dan karunia.
“Kita pasti bisa melewatinya kita pasti akan menaklukkannya,” ujarnya menyemangati pada kadernya.
Tetesan airmata tak tertahankan. Dari Kepanduan PKS hingga Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmy Aminudin, Hidayat Nur Wahid terlihat meneteskan air mata.
Bagi Anis Matta, musibah ini bukan hal mudah bagi PKS. Ia lantang mengatakan, bahwa kejadian yang menimpah Lutfhi ini adalah momentum pembenahan diri.
“Ini bukan hari hari mudah bagi kami di PKS. Tapi kami pasti mampu  melaluinya dengan Izin Allah,” tegaslah disambut gemuruh takbir.
“Kita tidak berubah melawan korupsi. Karena itu adalah komitmen PKS. Namun yang kita lawan adalah tirani yang menunggangi semangat anti korupsi ini untuk kepentingannya,” ujarnya.
Menurutnya,  setelah addenda pertobatan nasional bagi seluruh pengurus PKS. Ia ingin, PKS memulai momentum baru.
“Kemarin kita lihat saudara kita Luthfi ditangkap di ruangan ini. Dan dari ruangan inilah kita akan buktikan sejarah baru itu,” tambahnya.
Gantikan LHI dan Nyatakan Mundur dari DPR

Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hilmy Aminuddin menilai kasus tuduhan korupsi yang menimpa maLuthfi Hasan Ishak adalah atas izin dan kehendak Allah.
Hilmy juga menjelaskan bahwa dia telah menerima surat pengunduran diri Lutfhi baik secara lisan maupun tulisan.
“Untuk menggantikannya maka Muhammad Anis Matta dipilih menggantikan pak Luthfi,” jelasnya dalam konferensi pers di kantor DPP PKS, Jum’at (01/02/2013).
Sementara itu, Taufik Ridho dipilih untuk menggantikan posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang ditinggal Anis Matta.
“Taufik Ridho sebelumnya menjabat Ketua Bidang Generasi Muda DPP PKS, ” jelas Hilmi yang juga Ketua Dewan Pimpinan Tingkat Pusat PKS.
Hilmy menjelaskan bahwa pilihan Lutfhi untuk mundur merupakan inisiatif pribadinya. Hal ini dikarenakan Luthfi tidak mau kehilangan konsentrasi untuk menghadapi kasus korupsi yang dianggap sebuah fitnah dari konspirasi besar.
Menurut Anis, kasus ini adalah rencana Allah untuk membesarkan PKS.
Anis Matta sendiri menyatakan mengundurkan diri sebagai wakil DPR. Hal ini dikarenakan keinginannya untuk serius memimpin PKS dan komitmen untuk membangun dinamik politik yang sehat. (Hidayatullah/Seli)
Tags:
Category: NASIONAL
dari:spiritislam.net
Read more »

Presiden PKS, Anis Matta : “Ingatkan Kami agar Kokoh Dalam Kebaikan”

Assalamu’alaykum warahmatulLahi wabarakatuhu,
[Hamdalah dan salawat]

Kawan-kawan media yang saya hormati, terima kasih telah hadir di tempat ini. Saya baru saja diberi amanah berat untuk melanjutkan kepemimpinan di DPP PKS, menyusul pengunduran diri Pak Luthfi Hassan Ishaq sebagai Presiden PKS semalam.

Untuk ini, saya hendak menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Saya, sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera, menghargai proses yang sedang berlangsung di KPK dan meminta semua pihak mengikuti prosesnya dengan sabar, sehingga tidak terjadi penghakiman di luar konteks hukum. Kami meminta masalah ini ditempatkan dan dilihat secara proporsional.

2. Partai Keadilan Sejahtera sangat menghargai dan mengapresiasi sikap Pak Luthfi Hassan Ishaq yang segera mengundurkan diri dari posisinya, sebagai bentuk sikap gentlemen dan bertanggung jawab, sehingga tidak membebani partai. Sikap ini harus menjadi contoh bagi kita semua, terutama di kalangan kader PKS. Jangan menyandera partai dan bangsa untuk perdebatan yang berlarut dan tidak bermanfaat. Tidak pada tempatnya energi bangsa dihabiskan untuk hal-hal semacam itu. Energi bangsa harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemajuan dan kepentingan bangsa.

3. Partai Keadilan Sejahtera akan mendukung sepenuhnya Pak Luthfi Hassan Ishaq, sebagai kader dan mantan petinggi partai, dalam menghadapi kasus ini termasuk pemberian bantuan hukum. Kami mendoakan Pak Luthfi Hassan Ishaq bersama keluarganya diberi kekuatan dan kesabaran. Sebagai orang beriman, bila menghadapi musibah yang dapat kita ucapkan adalah, "Hasbunallahu wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nashir" (Cukuplah Allah sebagai pelindung dan penolong kami).

4. Secara internal momentum ini akan kami pergunakan untuk melakukan perbaikan dan pengawasan yang lebih ketat lagi ke dalam, terutama berkaitan dengan masalah korupsi. Partai Keadilan Sejahtera tidak pernah surut sedikitpun dalam komitmennya untuk memberantas korupsi sebagai musuh utama bangsa. Karenanya kami tetap memberikan komitmen yang kuat untuk mendukung KPK dalam upayanya memberantas korupsi, secara adil, terbuka dan akuntabel.

5. Partai Keadilan Sejahtera tidak ingin KPK hanya seperti sarang laba-laba yang hanya mampu menjerat benda dan hewan lain yang lemah, tapi langsung berantakan ketika menghadapi benda dan hewan yang kuat. Masyarakat masih terus mengawasi bagaimana penanganan KPK terhadap berbagai kasus besar, termasuk mega skandal Century dan juga Hambalang.

6. Partai Keadilan Sejahtera akan terus memperkuat kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat terutama elemen - elemen pejuang anti korupsi, untuk ikut mengawasi dan mengingatkan, manakala kader PKS terlibat atau bahkan hanya sekedar mulai mendekati hal-hal yang berbau korupsi. Mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.

7. Kepada seluruh kader Partai Keadilan Sejahtera saya mengimbau untuk mendoakan agar Bapak Luthfi Hassan Ishaq dan keluarganya selalu diberi kekuatan dan ketabahan. Saya ingin menegaskan bahwa ini bukanlah kiamat, tetapi sebuah ujian yang akan membuat partai kita semakin solid dan kuat, Insya Allah. Firman Allah SWT yang menyatakan "Dibalik kesulitan, selalu ada kemudahan" yang menjadi sebuah pegangan yang sedikitpun tidak pernah kita ragukan.

8. Kepada seluruh kader, saya, sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera, menginstruksikan untuk terus bekerja bersama seluruh komponen bangsa mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera dan bermoral.

Wassalamu 'alaikum wr wb

Jakarta, Jumat, 1 Februari 2013/ 20 Rabi’ul Awwal 1434
Presiden Partai Keadilan Sejahtera

H. M. Anis Matta, Lc.

(sumber : Islamedia)
Read more »

 

PKS TV

BEKERJA UNTUK INDONESIA

BEKERJA UNTUK INDONESIA

Dikelola oleh Pengurus DPRa PKS Bendan Duwur Semarang

Slide Gallery